Breaking News:

Pinjaman Online

Polisi Dalami Dugaan Pelanggaran Pidana Oleh Pinjaman Online

Sebagian besar fintech yang ditelusuri kepolisian berdasarkan hasil koordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), ditemukan ada sekitar 635 fintech

Wartakotalive.com/Budi Sam Law Malau
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono. 

SEMANGGI, WARTAKOTALIVE.COM -- Polda Metro Jaya mengaku masih mempelajari dan mendalami dugaan pelanggaran pidana yang dilakukan oleh beberapa penyedia pinjaman online atau yang biasa disebut fintech (finansial technology), berdasarkan sejumlah laporan dari masyarakat.

Sebagian besar fintech yang ditelusuri kepolisian berdasarkan hasil koordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), ditemukan ada sekitar 635 fintech ilegal dan semuanya sudah diblokir OJK.

"Kami masih menangani soal pinjaman online atau fintech ini berdasarkan laporan masyarakat yang masuk. Masih kami tentukan seperti apa pelanggaran pidananya dan siapa pihak di perusahaan yang dimaksud bertanggung jawab," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, Minggu (24/3/2019).

Awas, Ini Ciri-ciri Rentenir Online yang Berkedok Perusahaan Fintech Ilegal

Satgas Waspada Investasi Menutup 168 Fintech Ilegal

Tidak seperti di Eropa, Disrupsi oleh Fintech di Indonesia Tidak Memicu Keributan

Perkembangan Industri Fintech di Indonesia Berpeluang Terjadi Kriminalisasi Finansial

Kombes Argo Yuwono menyebutkan dari informasi OJK ada lebih dari 500 ilegal yang sudah diblokir.

Semuanya itu kata Kombes Argo Yuwono masih ditelusuri apakah diantara mereka ada yang masuk dalam kategori pidana atau tidak.

"Jika ada, akan langsung kita dalami dan lakukan penyelidikan serta upaya klarifikasi dahulu. Yang terpenting saat ini kami mengimbau masyarakat berhati-hati saat melakukan pinjaman online. Terutama soal legalitasnya dan bisa dilihat informasinya di OJK, mana yang legal dan ilegal," kata Kombes Argo Yuwono.

Strategi Perusahaan Fintech Pinjaman Menghindari Kredit Bermasalah

Kombes Argo Yuwono mengakui jika polisi cukup berhati-hati mendalami masalah ini.

Sebab kata Kombes Argo Yuwono tidak semua pinjaman online atau fintech ilegal dan merugikan masyarakat.

"Cukup banyak yang memudahkan dan menguntungkan masyarakat dalam mendapat dana pinjaman secara cepat dan relatif aman," kata Kombes Argo Yuwono.

Perbankan Memakai Agen Laku Pandai Bersaing dengan Fintech

Intinya kata Kombes Argo Yuwono, agar terhindar dari jeratan utang pinjaman online ini, masyarakat lebih bijak dan berhati-hati sebelum memutuskan meminjam uang melalui aplikasi tersebut.

Halaman
123
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved