Operasi Tangkap Tangan

Gonjang Ganjing PPP Usai Pencokokan Romi, Humphrey Djemat Bantah Djan Faridz Gabung Suharso Manoarfa

Tidak benar kabar soal dukungan DF (Djan Faridz). Itu menyesatkan. Dia sudah ketemu langsung dengan Djan Faridz.

Gonjang Ganjing PPP Usai Pencokokan Romi, Humphrey Djemat Bantah Djan Faridz Gabung Suharso Manoarfa
Warta Kota/Adhy Kelana
Dalam kasus ini, Romi mencoba untuk menghindari sorotan pers di antaranya dengan menutupi tangannya yang diborgol dengan jaket hitam. 

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) versi Muktamar Jakarta, Humphrey Djemat menyanggah informasi yang berkembang bahwa Djan Faridz memberikan dukungan dengan bergabung ke PPP yang saat ini diketuai Suharso Manoarfa usai tertangkapnya Romahurmuziy oleh KPK.

Prahara dan gonjang ganjing melanda tubuh PPP setelah adanya pencokokan Romahurmuziy karena korupsi.

"Tidak benar kabar soal dukungan DF (Djan Faridz). Itu menyesatkan. Saya sudah ketemu langsung dengan pak Djan Faridz. Berita bergabungnya beliau ke Suharso sama sekali tidak benar," ujar Humphrey di Jakarta, Sabtu (23/3).

Menurutnya, beberapa waktu lalu Suharso Monoarfa memang menemui Djan.

Soal Wewenang Pengisian Jabatan di Kementerian Agama, Mahfud MD Tanya Wewenang Romahurmuziy

Pecat Romahurmuziy dan Tak Berikan Bantuan Hukum, PPP Bisa Dipersepsikan Gagal Manusiawi

Dalam kesempatan tersebut, Suharso meminta kesediaan Djan bergabung dengannya di PPP nya. Namun, Djan secara halus menolaknya dengan ala

"Djan saat ini lebih fokus mengurusi bisnisnya. Djan tidak mau lagi terjun ke dunia politik. Namun, Djan menawarkan kalau mau islah dengan PPP Muktamar Jakarta, dia bersedia memperkenalkan Suharso dengan saya selaku ketum PPP Muktamar Jakarta," terang Humphrey kepada Wartakotalive.com.

Saat ditawari oleh Djan soal islah itu, Suharso tidak memberikan tanggapan apapun.

Oleh karena itulah, Humphrey menilai tawaran islah dan penyatuan PPP oleh Suharso di media hanya sebatas basa-basi politik untuk menaikan citra dirinya di publik sebagai orang yang perduli terhadap kondisi PPP saat ini.

"Padahal semua orang sudah tau bahwa selama ini Suharso lah yang bergerak di belakang layar. Romahurmuzy hanyalah pionernya saja. Ini sudah menjadi pengetahuan banyak orang. Jadi bagaimana bisa seorang mengubah keadaan padahal dialah dalang utama keadaan tersebut terjadi," ungkap Humphrey.

TERUNGKAP, Polisi yang Kepincut Istri Pengusaha Tembakau Membunuh dengan Uang dari Korban Rp 20 Juta

BTP Berubah Usai Kabar Nikahi Puput, Dahlan Iskan: Saya Jadi Kasihan Pada Vero

Pria Terkeji se-Indonesia Lebihi Ryan Jombang dan Robot Gedek, Bunuh dan Minum Air Liur 42 Wanita

Melihat ketidakseriusan PPP kubu Suharso dalam melakukan islah, Humphrey menilai Suharso tidak serius menyatukan PPP yang saat ini terpecah.

Padahal, imbuh Humphrey, PPP yang dipimpinnya saat ini lebih solid dan didukung oleh para ulama juga akar rumput.

"Tujuan Suharso ini bukanlah ingin menyatukan PPP malah memecah belah lagi. Kalau mau islah, ya islah yang bermartabat dan penuh itikad baik. Islah itu sangat baik menurut agama Islam, tapi janganlah dibuat mainan basa-basi politik. Allah pasti marah dan itu sudah terjadi terhadap diri Romahurmuziy."

Humphrey menilai, saat ini PPP kubu Suharso sudah kehilangan kredibilitas usai tertangkapnya Rommy.

"Tidak ada lagi kredibilitasnya di mata umat Islam, konstituen PPP, para ulama dan para pengurus di struktur PPP," kata dia.

Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved