Sejumlah 4 Titik Kecamatan di Jakarta Utara Rawan Peredaran Narkoba

Empat dari enam kecamatan di Jakarta Utara yang rawan peredaran narkoba yakni Cilincing, Koja, Penjaringan dan Tanjung Priok.

Sejumlah 4 Titik Kecamatan di Jakarta Utara Rawan Peredaran Narkoba
Wartakotalive.com/Rangga Baskoro
Ilustrasi peredaran narkoba 

Sejumlah titik di Jakarta Utara disinyalir rawan peredaran narkoba. Berdasarkan pemetaan yang dilakukan Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Jakarta Utara, ada sekitar 30 titik rawan peredaran narkoba di 17 kelurahan di enam kecamatan.

Kepala Seksi Pemberantasan BNNK Jakarta Utara, AKP I Gede Putu Darmawan mengatakan, ada empat dari enam kecamatan di Jakarta Utara yang rawan peredaran narkoba yakni Cilincing, Koja, Penjaringan dan Tanjung Priok.

“Dari enam kecamatan di Jakarta Utara, yang paling rawan itu di Cikoring (Cilincing, Koja, Penjaringan) dan juga Tanjung Priok,” kata Putu, Kamis (21/3/2019).

Khusus di Kecamatan Tanjung Priok, lokasi yang paling rawan peredaran narkoba berada di Kampung Bahari. Sementara di Kecamatan Penjaringan, paling rawan peredaran narkoba adalah di wilayah Teluk Gong.

“Kalau untuk Kecamatan Cilincing, titik yang rawan peredaran narkoba di kawasan Gang Macan dan di Kecamatan Koja paling rawan berada di kawasan Tanah Merah,” ucapnya.

Putu mengatakan, pemetaan titik-titik rawan tersebut berdasarkan banyaknya angka penangkapan di lokasi yang dimaksud.

Selain itu, pemetaan diambil dari banyaknya rehabilitasi sukarela di wilayah tersebut.

Menyikapi kondisi tersebut, Kepala BNN Komjen Pol Heru Winarko menginstruksikan langkah Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) terus digeber BNNK Jakarta Utara.

Namun demikian BNNK Jakarta Utara harus terlebih dahulu melihat karakteristik wilayah yang rawan saat melakukan P4GN. Sehingga penggerebekan yang terjadi di Kampung Muara Bahari pada Senin (18/3) lalu dan mendapat perlawanan sekitar tidak terjadi lagi.

“Upaya maintenance tidak harus seperti di Kampung Muara Bahari, disesuaikan saja dengan karakteristik wilayah tersebut. Ini nanti harus dibahas internal oleh BNNK Jakarta Utara,” kata Heru.

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved