Pengamat Sebut Kasus Skiming Ramyadjie Langgar UU Perbankan

Aksi pembobolan ATM yang dilakukan oleh kerabat jauh Prabowo Subianto yakni Ramyadjie Priambodo dinilai dapat mengganggu dunia perbankan nasional.

Pengamat Sebut Kasus Skiming Ramyadjie Langgar UU Perbankan
TRIBUNNEWS.COM/NURMULIA REKSO PURNOMO
Guru Besar Hukum Pidana Universitas Padjadjaran Romli Atmasasmita 

PAKAR Hukum Pidana, Prof Romli Atmasasmita mengatakan, aksi pembobolan ATM yang dilakukan oleh kerabat jauh Prabowo Subianto yakni Ramyadjie Priambodo dapat mengganggu dunia perbankan nasional.

“Kalau dari kaca mata hukum, kasus skimming ini kan pencurian. Yang jelas, UU Perbankan dilanggar, UU Siber dilanggar. Kan sia memakai alat siber kan, KUHP dilanggar,” kata Romli di Jakarta, Kamis (21/3/2019).

Di samping itu, ketika dikonfirmasi apakah kasus pembobolan ATM yang dilakukan Ramyadjie dapat mengganggu perbankan nasional.

Menurut dia, kasus ini memang luput dari pengawasan bank.

BMKG Prediksi Jabodetabek Bakal Hujan Hari Ini, Jumat (22/3)

Lokasi SIM Keliling dan Gerai Samsat di Jakarta, Bekasi, Tangerang dan Depok Hari Jumat (22/3/2019)

Ternyata Bule Ganteng Pilih Nikahi Luna Maya daripada Syahrini, Ini Alasannya

Sebab, kata Romli, bank biasanya baru mengetahui setelah kejadian sehingga patut dipertanyakan juga bagaimana sistem pengawasannya.

Apalagi, Ramyadjie disebut sudah 50 kali melakukan aksinya itu.

“Bank kalau saya tahu sudah kejadian baru melapor, itu pun lapor sudah lama karena sudah kebanyakan. Jadi dilema bank, sering dilaporkan salah, gak dilaporin salah. Kalau dia ngaku sudah 50 kali, itu banyangin kalau sekali narik Rp 100 juta dikali 50 itu udah berapa,” ujarnya.

Romli menyarankan kepada Bank Indonesia untuk segera mengeluarkan peraturan baru tentang bagaimana penggunaan kartu.

Berikan Umrah Gratis ke Pegawai Tiap Tahun, Pasar Jaya Gandeng Bank DKI Syariah

Meskipun, peraturan pengadaan kartu sudah ada tapi bagaimana penggunaan kartu itu belum ada.

“Untuk pengawasanya dan penggunaanya sehingga aman memang ada pasword, ada ini tapi bisa tuh dibobol. Pin-pin itu kan pin kita kok bisa dibobol. Polisi pasti tau lah bagaimana cara mencegah. Kalau ini dibiarin goncang dong per bank, kan duit nasabah diambil dia harus bayar dari mana,” jelas dia.

Pelukan Terakhir, Shezy Idris: Konflik Sudah Selesai

Halaman
12
Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved