Jokowi: Negara Besar Seperti Indonesia Masa Baru Punya MRT? Itupun Saya Putuskan dengan Ahok

Di hadapan para pengusaha, Jokowi mengaku heran karena proyek pembangunan MRT Jakarta tertunda hingga 30 tahun.

Penulis: | Editor: Yaspen Martinus
Warta Kota/Henry Lopulalan
Presiden Joko Widodo saat mencoba kereta Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta di Stasiun Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa (6/11/2018). 

CALON presiden nomor urut 01 Jokowi mengatakan, pembangunan Moda Raya Terpadu (MRT) adalah keputusan dirinya bersama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, saat memimpin DKI Jakarta pada 2012-2017.

Hal ini disampaikan Jokowi pada Kamis (21/3/2019) malam, saat acara deklarasi 10.000 pengusaha dukung Jokowi-Maruf Amin di Istora Senayan.

Di hadapan para pengusaha, Jokowi mengaku heran karena proyek pembangunan MRT Jakarta tertunda hingga 30 tahun.

Atta Halilintar Siap Bayar Nazar Bangun Masjid Milenial Setelah Subscribernya Tembus 10 Juta

Sampai akhirnya ia dan Ahok mengambil keputusan politik untuk memulai pembangunan MRT.

"Negara besar seperti Indonesia ini masa baru punya MRT sekarang? Itu pun putusan politiknya, kami putuskan saat saya jadi gubernur dengan Pak Ahok," ungkap Jokowi.

Mantan Wali Kota Solo ini juga membeberkan alasan pembangunan MRT tertunda karena pemerintah berpikir untung-rugi.

Perjuangan Atta Halilintar Tembus 11 Juta Subscriber, 120 Ribu Pengikutnya Pernah Raib dalam Sehari

Padahal menurutnya, dalam membangun transportasi publik, pemerintah jangan lagi bicara soal untung-rugi.

"Rugi pastinya, untung dari mana? Yang namanya transportasi massal itu ya rugi," tegas Jokowi.

Jokowi menambahkan, bagi pemerintah, dalam membangun transportasi massal yang dihitung adalah manfaat bagi masyarakat luas.

Tarif Belum Ditetapkan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memastikan peresmian kereta Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta berjalan sesuai rencana, yakni pada 24 Maret 2019, meskipun tarifnya belum ditetapkan.

Dengan tegas Anies Baswedan menyatakan hal tersebut tidak menghalangi berjalannya peresmian, karena kereta memang harus berjalan terus.

Menurutnya, masih ada waktu sekitar 10 hari untuk menggodok tarif. Sebab, kereta cepat ini baru beroperasi secara komersial 1 April 2019 mendatang.

DPRD Tak Suka Cara Wali Kota Cilegon Mau Minta Bantuan Pemerintah Pusat tapi Jelekkan Kota Bekasi

"Tidak (menghalangi) karena kan memang komersialnya baru 1 April. Seluruh Ratangga akan digunakan pada jam padat maupun tidak," ujar Anies Baswedan di Stasiun MRT Istora Mandiri, Kamis (21/3/2019) malam.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved