Depok Belum Bebas dari Kekerasan yang Dilakukan Kalangan Anak

Yang ironis, sejumlah aksi pencurian dengan cara kekerasan alias pembegalan yang melibatkan anak-anak remaja.

Depok Belum Bebas dari Kekerasan yang Dilakukan Kalangan Anak
Warta Kota/Feryanto Hadi
Ilustrasi pembegalan yang melibatkan anak-anak. 

"Bukan berarti Depok ini sudah bebas dari permasalahan-permasalahan anak. Ini harus kita pahami. Kadang-kadang, 'katanya Depok kota layak anak, kok masih banyak sih kekerasan terhadap anak'," bilang Idris.

"Kita semua, warga masyarakat, termasuk lembaga dan institusi, termasuk pengusaha harus ikut mewujudkan Depok Kota Layak Anak."

"Sudah ada beberapa perusahaan yang deklarasi untuk mewujudkan perusahaan layak anak atau ramah anak."

"Pelayanannya, keramahannya, infrastrukturnya, harus ramah anak," terangnya.

Idris menyampaikan, dunia pendidikan bukan segala-galanya, tetapi dunia pendidikan adalah awal dari segala-galanya.

Dia berpesan, agar jangan sampai di tingkat kecamatan atau kelurahan sudah layak anak, tetapi di bidang pendidikan tidak ramah anak.

Tingkatkan apa yang sudah baik, entah di sekolah maupun pesantren.

"Kalau ingin dikenang oleh anak-cucu kita, maka kita harus berbuat sesuatu untuk mereka saat ini. Tidak ada kata terlambat."

"Harus kita upayakan dan harapan kita bisa terrealisasi dalam kehidupan, khususnya dalam pendidikan anak," katanya.

Penulis: Gopis Simatupang
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved