Undang-undang Kekarantinaan Kesehatan Deteksi Penyakit Membahayakan di Bandara Soetta

UU Kekarantinaan Kesehatan Deteksi Penyakit Membahayakan di Bandara Soetta disosialisasikan. UU ini untuk mengantisipasi penyebaran wabah penyakit.

Undang-undang Kekarantinaan Kesehatan Deteksi Penyakit Membahayakan di Bandara Soetta
Warta Kota/Andika Panduwinata
Jajaran Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Soekarno Hatta, Tangerang menggelar acara sosialisasi Undang - undang No. 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan. Giat tersebut berlangsung di Gedung 600 PT Angkasa Pura II, Bandara Soekarno Hatta, Tangerang. 

Undang-undang Kekarantinaan Kesehatan Deteksi Penyakit Membahayakan di Bandara Soekarno-Hatta disosialisasikan. UU ini untuk mengantisipasi penyebaran wabah penyakit di dalam maupun luar Bandara.

JAJARAN Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Soekarno Hatta, Tangerang menggelar acara sosialisasi Undang-undang No. 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung 600 PT Angkasa Pura II, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.

Hadir sejumlah instansi terkait dalam acara ini.

Mulai dari Pemprov Banten, PT Angkasa Pura II, Polresta Bandara Soetta, Imigrasi, Bea Cukai, Otban, dan jajaran lainnya.

TERBONGKAR, Inilah Percakapan Terakhir Pilot dan Kopilot Lion Air JT610 PK-LQP Sebelum Jatuh

Jadwal Pengumuman SNMPTN 2019 Tanggal 22 Maret, Ini 12 Link Perguruan Tinggi SNMPTN 2019

Jokowi Bangun Tol Trans Jawa, Rocky Gerung: Ekonomi di Solo Hidup Ratusan Pedagang Pantura Tutup

Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Bandara Soetta, Anas Maruf menjelaskan, Undang-undang No. 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan ini perannya sangat penting.

Terutama dalam mengantisipasi penyebaran wabah penyakit di dalam maupun luar Bandara Soetta.

"Ini bisa mendeteksi potensi penularan penyakit yang membahayakan," ujar Anas saat dijumpai Warta Kota di Gedung 600 PT Angkasa Pura II, Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Kamis (21/3/2019).

Menurut Anas, dalam Undang-undang ini pihaknya dapat mengawasi penyebaran virus penyakit. Dan juga faktor kesehatan lainnya.

"Dulu kan penyebaran penyakit di Bandara hanya kolera dan herpes saja. Sekarang sudah banyak virus baru yang mewabah," ucap Anas.

Seperti virus penyakit radiasi, biotetorisme, mers, dan juga wabah - wabah jenis baru lainnya yang kian mengancam masyarakat.

"Makanya kami perlu sosialisasi Undang-undang ini dan juga pelaksanaanya. Sehingga wabah penyakit dapat dicegah dan diantisipasi," kata Anas. (dik)

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved