Trotoar Lebar Seharga Milyaran Rupiah Jangan Jadi Lapak Jualan Pedagang

Hanya saja, trotoar yang indah seharga milyaran rupiah tidak kembali menjadi lapak pedagang ataupun parkir kendaraan warga.

Trotoar Lebar Seharga Milyaran Rupiah Jangan Jadi Lapak Jualan Pedagang
Warta Kota/Alex Suban
Pedagang Kaki Lima (PKL) menjajakan dagangannya dengan mangkal di sepanjang trotoar di dekat Stasiun Palmerah, Jalan Tentara Pelajar, Jakarta Pusat, Selasa (11/12/2018). 

Gambir, Warta Kota -- Penataan trotoar interaktif yang bakal dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada sejumlah kawasan prioritas Ibu Kota dinilai Ketua Koalisi Pejalan Kaki, Ahmad Safrudin sangat baik. Hanya saja, trotoar yang indah seharga milyaran rupiah tidak kembali menjadi lapak pedagang ataupun parkir kendaraan warga.

Hal tersebut disampaikannya merujuk pada syarat kota laik huni yang menyebutkan trotoar merupakan bagian penting dari pembangunan kota. Trotoar pun katanya tidak perlu mewah dengan beragam ornamen, tetapi hanya cukup memenuhi syarat bagi pejalan kaki.

Syarat tersebut meliputi keamanan dan kenyamanan bagi pejalan kaki dan dapat dengan mudah diakses oleh siapa pun, termasuk anak-anak, lansia, difabel dan lainnya. Permukaan trotoar pun harus dibentuk kesat, tidak patah-patah atau penuh rintangan serta dilengkapi dengan lajur difabel.

"Untuk mewujudkan kota laik huni itu idealnya dengan walkability index yang memadai, trotoar tidak perlu mewah, sederhana saja tapi memenuhi syarat agar walkable dan menyeluruh ke berbagai pelosok kota," ungkapnya dihubungi pada Kamis (21/3/2019).

Penataan trotoar lanjutnya bukan hanya sebatas pembangunan, tetapi pemeliharaan sekaligus pengawasan. Sehingga, trotoar yang senyatanya indah justru dimanfaatkan sebagai lapak berjualan atau perkir kendaraan warga layaknya di kawasan Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Ahmad pun menyarankan pemerintah agar trotoar yang kini telah memiliki lebar lima meter itu segera disterilisasikan dari beragam kegiatan. Selain itu, dirinya berharap agar trotoar disempurnakan dengan pohon sebagai teduhan bagi pejalan kaki.

"Idealnya, trotoar itu harus aman, nyaman bersih dari PKL, parkir kendaraan dan pohon yang ditanam agar pejalan kaki bisa dapat teduhan. Jadi ini pekerjaan bersama, pemerintah lakukan pengawasan, masyarakat juga harus ikut berpartisipasi," jelasnya.

Kawasan Prioritas

Trotoar interaktif yang terhampar di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman hingga Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat menjadi contoh penataan trotoar Ibu Kota. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun bakal membangun trotoar serupa di kawasan prioritas Ibu Kota.

Kawasan prioritas tersebut disampaikan Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Hari Nugroho merupakan lokasi yang masuk dalam kegiatan strategis daerah, termasuk kawasan integrasi atau Transit Oriented Development (TOD). Sehingga penataan kawasan dilakukan menyeluruh.

Halaman
12
Penulis: Dwi Rizki
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved