Pesawat Jatuh

TERBONGKAR, Inilah Percakapan Terakhir Pilot dan Kopilot Lion Air JT610 PK-LQP Sebelum Jatuh

Isi CVR juga mengatakan, pilot asal India, Bhavye Suneja hanya terdiam saat pesawat hendak jatuh ke laut

TERBONGKAR, Inilah Percakapan Terakhir Pilot dan Kopilot Lion Air JT610 PK-LQP Sebelum Jatuh
Kolase foto daily mirror
Pilot Lion Air JT 610 PK-LQP Bhavye Suneja dan Kopilot Harvino 

Normalnya, trim berguna untuk menyesuaikan permukaan pesawat sehingga tetap terbang lurus. 

Sikap tenang juga terus diperlihatkan sang pilot Bhavye sepanjang penerbangan tersebut saat mengalami masalah.

Sementara kopilot Harvino sibuk mencari panduan di manual book.

Mereka bermaksud mencari tahu alasan kenapa pesawat yang dikemudikannya meluncur ke bawah, tetapi tidak dapat menemukannya, kata tiga orang sumber reuters yang mengetahui isi perekam suara kokpit dari kotak hitam atau black box pesawat.

Ungkap Kecelakaan Lion Air PK-LQP, Beberapa Langkah KNKT Memproses Data CVR

Sekitar satu menit sebelum pesawat hilang dari radar, pilot meminta ATC untuk men-clear-kan lalu lintas sekitarnya di bawah 3.000 kaki dan meminta ketinggian 5.000 kaki yang kemudian disetujui.

 Sumber-sumber Reuters mengatakan, ketika pilot masih berusaha menemukan prosedur yang tepat dalam buku pegangan, kopilot tidak dapat mengendalikan pesawat Lion Air PK-LQP itu.

"Kondisinya seperti ujian, di mana ada 100 pertanyaan dan ketika waktu habis, Anda haya bisa menjawab 75 pertanyaan. Kemudian Anda panik. Ini bagaikan kondisi time-out," kata sumber Reuters.

Penemuan roda pesawat Lion Air PK-LQP berhasil ditemukan oleh tim penyelam Dislambair TNI AL, Jumat (2/11/2018) dan tiba di Dermaga JICT 2, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (3/11/2018) dengan menggunakan LCU KRI Banda Aceh.
Penemuan roda pesawat Lion Air PK-LQP berhasil ditemukan oleh tim penyelam Dislambair TNI AL, Jumat (2/11/2018) dan tiba di Dermaga JICT 2, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (3/11/2018) dengan menggunakan LCU KRI Banda Aceh. (Warta Kota/Junianto Hamonangan)

Penyelidikan terhadap kecelakaan pesawat yang menewaskan 189 orang di dalamnya pada bulan Oktober 2018 itu telah menghasilkan relevansi baru ketika Administrasi Penerbangan Federal (FAA) Amerika Serikat (AS) dan regulator lainnya melarang terbang model pesawat tersebut pekan lalu setelah mengalami kecelakaan lagi di Ethiopia.

Kecelakaan yang menimpa Ethiopian Airlines pada 10 Maret 2019 itu merupakan yang kedua dalam kurang dari lima bulan.

Jenis Pesawat Ethiopian dan Lion yang Jatuh Sama, Kemenhub Larang Pesawat Boeing 737-8 Max Terbang

Penyelidik yang memeriksa kecelakaan di Indonesia sedang mencari tahu bagaimana sebuah komputer dapat memerintahkan pesawat untuk terjun bebas sebagai respons terhadap data dari sensor yang salah.

Halaman
1234
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved