Tak Sebandingnya Lebar Jembatan dan Volume Kendaraan Jadi Penyebab Macet Jembatan Caglak Cibubur

Di luar jam sibuk, kemacetan masih kerap terjadi meski tak seburuk di waktu pagi dan sore hari.

Tak Sebandingnya Lebar Jembatan dan Volume Kendaraan Jadi Penyebab Macet Jembatan Caglak Cibubur
Warta Kota/Rangga Baskoro
Lurah Cibubur, Sapto Tjahyadi 

Lurah Cibubur, Sapto Tjahyadi mengatakan, tak sebandingnya lebar jembatan dengan volume kendaraan bermotor menyebabkan antrean kendaraan hingga mencapai lebih dari 500 meter pada jam sibuk di Jembatan Caglak, Jalan Lapangan Tembak, Cibubur, Jakarta Timur.

Di luar jam sibuk, kemacetan masih kerap terjadi meski tak seburuk di waktu pagi dan sore hari karena Jembatan Kali Caglak terbilang akses utama.

"Paling macet ya pas pagi dan sore hari, tapi di luar itu juga macet. Memang ini akses utama, akses ke pasar, rumah sakit, puskesmas, sekolah, jalan tol. Jadi banyak yang lewat sini," tutur Sapto di Kantor Kelurahan Cibubur, Kamis (21/3).

Hal itu sudah lama dikeluhkan warga karena lebarnya yang hanya cukup dilalui dia mobil tak sebanding dengan volume kendaraan.

Kemacetan di jembatan yang letaknya sekitar 500 meter dari kantor Kelurahan Cibubur itu dikeluhkan warga sejak lama.

"Memang harus dilebarkan, usulan pelebaran Jembatan Kali Caglak sudah lama diajukan warga. Sudah dari delapan tahun lalu diajukan, sebelum saya jadi Lurah. Saya jadi Lurah sudah empat tahun," katanya.

Tak hanya secara lisan, warga Kelurahan Cibubur telah mengajukan usulan pelebaran jembatan secara resmi lewat Musrembang tingkat Kelurahan.

Meski mengaku tak mengetahui pasti kendala kegiatan dan berapa anggaran yang dibutuhkan untuk melebarkan Jembatan Kali Caglak.

Sapto menuturkan beberapa tahun lalu kegiatan gagal terlaksana karena kontraktor dan konsultan tak mampu menyanggupi singkatnya target kegiatan yang ditetapkan Pemprov DKI Jakarta.

"Sudah diajukan lewat Musrembang. Yang terakhir gagal katanya karena kontraktor dan konsultannya enggak berani bangun, katanya waktu pelaksanaan terlalu singkat, mereka enggak berani. Tapi untuk lebih pastinya silakan tanya Dinas Bina Marga," ujarnya.

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved