Wisata

Sagua La Grande, Masa Depan Nan Manis untuk Wisata Eksotik di Kota Gula Kuba

Berjalan-jalan di Sagua La Grande seperti membalik halaman-halaman dari novel realis magis yang terlupakan.

Sagua La Grande, Masa Depan Nan Manis untuk Wisata Eksotik di  Kota Gula Kuba
Cuba Holidays
Hotel Encanto Sagua, Sagua La Grande 

Seniman tersebut lahir di Sagua, memiliki garis keturunan China dari ayah dan ibu berdarah Kongo-Kuba.

Lukisannya tahun 1943, The Jungle, menggantung di Museum Seni Modern New York, sebagai penggambaran magis Afro-Kuba dari tebu Sagua.

Hari-hari 'emas' berakhir ketika pasar gula jatuh pada pertengahan abad ke-20.

Akibatnya, Pelabuhan Sagua,  Isabela de Sagua, ditutup.  Kaum mudanya pun tak terhitung jumlahnya berimigrasi ke Amerika Serikat untuk mencari rezeki.

Setelah itu, hanya burung pipit yang mengunjungi Kasino Español 1908 di Sagua, tempat para pedagang Spanyol dulu pernah berbincang.

Namun, setelah bertahun-tahun surut, kini terjadi banyak perubahan di Sagua.

Kebisingan mesin-mesin industri pneumatik telah menghancurkan keheningan dalam setahun ini.

Baru Pertama Kali, Pelabuhan Benoa Disandari Dua Kapal Pesiar Berisi Ratusan Wisatawan

Zona yang sedang diperbaiki termasuk pusat perbelanjaan Sagua, museum, galeri seni, dan bioskop.

Selain itu, tempat makan es krim, pusat budaya, restoran, dan stasiun kereta api yang kini sangat bobrok, sedang direnovasi.

Bahkan Kasino Español sudah diperuntukkan menjadi monumen nasional sejak tahun 2011.

Halaman
1234
Penulis: Intan Ungaling Dian
Editor: Intan Ungaling Dian
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved