Pilpres 2019

Jokowi: Siapapun Presidennya Tak Mungkin Berani Hapus Pelajaran Agama dan Legalkan Nikah Sejenis

Jokowi meminta masyarakat, khususnya warga Bogor, untuk berhati-hati menelan informasi jelang pelaksanaan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Jokowi: Siapapun Presidennya Tak Mungkin Berani Hapus Pelajaran Agama dan Legalkan Nikah Sejenis
@jokowi
Presiden Joko Widodo alias Jokowi bertemu dengan para sopir kontainer di Pelabuhan Kontainer, Tanjungpriok, Jakarta Utara, Minggu (18/3/2019). Jokowi akhirnya mengungkap profesi atau pekerjaan sang ayah setelah bertemu para sopir truk tersebut. 

PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) meminta masyarakat, khususnya warga Bogor, untuk berhati-hati menelan informasi jelang pelaksanaan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Hal tersebut disampaikan Jokowi saat membagikan 5 ribu sertifikat tanah, kepada masyarakat Kabupaten dan Kota Bogor di kawasan Bogor Nirwana Residence, Jawa Barat, Kamis (21/3/2019).

"Sebulan lagi Pileg, Pilpres, kita lihat di bawah banyak kabar hoaks, bohong di mana-mana, baik di media sosial, baik langsung ke rumah. Saya titip hati-hati, politik kadang seperti itu," ujar Jokowi.

Tanggapi Survei Litbang Kompas, Andi Arief Sebut PSI Penebar Kebencian dan Ketegangan Beragama

Menurut Jokowi, berita bohong yang kerap disampaikan ke masyarakat, yaitu pemerintah akan menghapus pendidikan agama, melegalkan pernikahan sesama jenis, dan kumandang azan dilarang, jika dirinya terpilih kembali menjadi presiden periode 2019-2024.

"Tidak mungkin, siapa pun presiden tidak mungkin berani melakukan itu, karena Indonesia negara dengan norma-norma agama yang kuat, norma etika dan tata krama yang kuat. Jangan kemakan hal seperti itu," imbau Jokowi.

Dalam kesempatan itu, Jokowi menyerahkan 5 ribu sertifikat tanah kepada masyarakat Bogor.

Wiranto Wacanakan Penyebar Hoaks Bisa Dijerat Pakai Undang-undang Terorisme, Ini Alasannya

5 ribu sertifikat tersebut terdiri dari 4 ribu untuk warga yang tinggal di Kota Bogor, dan 1.000 bagi masyarakat di wilayah Kabupaten Bogor.

Dalam sambutannya, Jokowi menjelaskan alasan pemerintah menggencarkan penerbitan sertifikat tanah di seluruh Indonesia. Yakni, karena setiap kunjungan ke daerah, yang dikeluhkan warga adalah sengketa lahan.

"Setiap saya ke kampung, desa di daerah mana pun di Jawa maupun Sumatera, semua keluhkan sengketa lahan. Konflik lahan di mana-mana, kenapa ini terjadi? Karena masyarakat tidak pegang tanda bukti hukum atas tanah yang namanya sertifikat," papar Jokowi.

Sembilan Juta Masyarakat Percaya 

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved