Terbongkar, Kasus Perselisihan Antara Pekerja dan Perusahaan di Bekasi Capai Ribuan

Kasus Perselisihan Antara Pekerja dan Perusahaan di Bekasi Capai Ribuan. Penyebabnya didominasi karena upah, pemutusan hubungan kerja.

Terbongkar, Kasus Perselisihan Antara Pekerja dan Perusahaan di Bekasi Capai Ribuan
Warta Kota/Fitriandi Al Fajri
Ratusan buruh garmen PT Selaras Kausa Busana (SKB) menggeruduk kantor Pemerintah Kota Bekasi, Jumat (30/11/2018) pagi. Mereka meminta pemerintah mengadvokasinya karena tiga bulan ini tidak mendapat gaji dari perusahaan tempatnya bekerja. 

Terbongkar, Kasus Perselisihan Antara Pekerja dan Perusahaan di Bekasi Capai Ribuan. Penyebabnya didominasi karena upah, pemutusan hubungan kerja, hingga perselisihan antar-serikat. 

SEBANYAK 1.115 kasus perselisihan terjadi antara pekerja dan perusahaan di Kota Bekasi selama lima tahun terakhir dari 2013 sampai 2018.

Penyebabnya didominasi karena upah yang dibayar perusahaan kepada karyawan tidak sesuai atau terlambat diberikan.

Staf Analis Tenaga Kerja pada Dinas Tenaga Kerja Kota Bekasi, Riano Eriza mengatakan, sebetulnya ada empat faktor penyebab perselisihan itu.

Namun, kasus paling banyak dipicu karena persoalan hak yang diterima karyawan tidak sesuai dengan perjanjian atau terlambat diberikan.

ILC TV One, Fadli Zon Berniat Mempermalukan Nusron Wahid, Karni Ilyas Cuma Tersenyum

BREAKING NEWS: Survei Terbaru Kompas Elektabilitas Jokowi-Amin Turun 3,4%, Prabowo-Sandi naik 4,7%

Cuitan Iwan Fals Kasus Menteri Agama Lukman: Rupanya Kita Harus Bersikap Baik Pada Orang yang Lembut

Sementara tiga penyebab lainnya seperti pemutusan hubungan kerja (PHK), ada muatan kepentingan soal kerjasama antar-pekerja, hingga perselisihan antar-serikat karena di setiap satu perusahaan biasanya ada banyak berdiri serikat pekerja.

"Keempat masalah itu yang menjadi penyebab terjadinya perselisihan di kalangan pekerja yang berimbas pada perusahaan," kata Riano pada Rabu (20/3/2019).

Menurut dia, dalam menyelesaikan perselisihan itu pihaknya melakukan mediasi antara perusahaan dan pekerja.

Hasilnya, akan dilanjutkan dalam keputusan rekomendasi. Hal itu dilakukan untuk menghindari gesekan antara pekerja dengan pihak perusahaan.

"Kita lakukan dengan cara memediasi mereka yang berselisih dengan acuan aturan yang ada," ucapnya.

Halaman
123
Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved