Breaking News:

Ratna Sarumpaet Berharap Dibebaskan Hakim Terkait Kasus Penyebaran Berita Bohong

JPU menolak eksepsi tersebut karena Ratna Sarumpaet terbukti bersalah menyebarkan berita bohong dan atas perbuatannya telah melakukan keonaran.

Warta Kota/Arie Puji Waluyo
Ratna Sarumpaet 

WARTA KOTA, CILANDAK --- Sidang kasus penyebaran berita bohong alias hoax yang melibatkan Ratna Sarumpaet kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa (19/3/2019),

Agenda persidangan kali ini adalah putusan sela, tanggapan atau putusan dari Majelis Hakim PN Jakarta Selatan, terkait eksepsi atau nota pembelaan dari Ratna Sarumpaet selaku terdakwa.

Dalam sidang sebelumnya, pada 12 Maret 2019, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menolak eksepsi Ratna Sarumpaet dan meminta majelis hakim untuk mengabulkan pendapat JPU.

JPU menolak eksepsi tersebut karena Ratna Sarumpaet terbukti bersalah menyebarkan berita bohong dan atas perbuatannya telah melakukan keonaran.

Sementara itu, usai sidang, Ratna Sarumpaet mengatakan bahwa dia hanya meminta keadilan dari majelis hakim dan tidak melanjutkan kasusnya ke agenda persidangan berikutnya.

"Ya berharap keadilan, bebas, dan meminta hakim tidak melanjutkan perkara ini atau diberhentikan," kata Ratna Sarumpaet.

Jika Prabowo Presiden, Fahri Hamzah Usulkan Kritikus Pemerintah Seperti Ratna Sarumpaet Dipelihara

Seperti diberitakan sebelumnya, Ratna Sarumpaet berstatus sebagai terdakwa kasus penyebaran berita bohong atau hoax.

Ratna Sarumpaet mengaku dipukuli orang saat sedang berada di Bandung, Jawa Barat. Tapi setelah diselidiki petugas, ternyata bekas luka di wajah Ratna Sarumpaet merupakan bekas operasi plastik.

Atas kebohongannya itu, Ratna Sarumpaet ditahan pada Jumat, 5 Oktober 2018 di Polda Metro Jaya.

Penahanan itu terjadi selang satu hari penangkapan dirinya di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang.

Akibat hoax kabar penganiayaan itu, Ratna Sarumpaet terancam di penjara 10 tahun.

Dia dijerat Pasal 14 Undang Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 28 Juncto Pasal 45 Undang Undang RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Ajukan Diri Jadi Penjamin Ratna Sarumpaet, Fahri Hamzah: Nalar Kemanusiaan Kita Harus Hidup

Saat ditahan, Ratna Sarumpaet mendapat dukungan banyak pihak, termasuk putrinya yang aktris Indoneisa, Atiqah Hasiholan yang membesuk ibundanya di Rutan Polda Metro Jaya.

Saat membesuk ibundanya, Atiqah Hasiholan mengatakan bahwa dia  meminta kepada penyidik agar ibundanya mendapat penangguhan penahanan.

Bahkan, saat itu, Atiqah Hasiholan siap menjadi penjamin penangguhan penahanan terhadap ibundanya.

Penulis: Arie Puji Waluyo
Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved