DBD Renggut 2 Warga Jakarta Timur yang Meninggal Dunia

Wabah penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti tersebut bahkan sudah menelan dua korban jiwa di Jakarta Timur.

DBD Renggut 2 Warga Jakarta Timur yang Meninggal Dunia
Warta Kota/Rangga Baskoro
Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia 

Wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) masih terus menyerang warga di DKI Jakarta.

Wabah penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti tersebut bahkan sudah menelan dua korban jiwa di Jakarta Timur.

Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia mengatakan sejak Januari hingga pertengahan Maret 2019 ini tercatat ada dua warga Jakarta penderita DBD meninggal.

"Di DKI ada dua korban DBD, kebetulan keduanya di Jakarta Timur. Di Matraman, satu lagi di Kecamatan Duren Sawit. Meninggalnya di bulan Februari, tapi beda lokasi dan beda tempat dirawat," kata Dwi saat dikonfirmasi, Selasa (19/3).

Dwi menuturkan tiga kota di Provinsi DKI Jakarta dengan penderita DBD terbanyak yakni Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Jakarta Barat yang memiliki banyak penduduk.

Banyaknya penduduk tak hanya memberi ruang bagi nyamuk Aedes Aegypti berkembang biak di tempat yang terdapat air bersihnya, tapi juga memudahkan nyamuk menjangkiti warga.

"Tiga kota itu jumlah penduduknya paling banyak, jadi kalau kita bicara jumlah penderita ya otomatis paling banyak. Kalau populasinya padat, nyamuk juga banyak yang membawa virus Dengeu tentu akan lebih mudah menyerang," ujarnya.

Menurutnya fogging bukan merupakan cara untuk memberantas perkembangbiakan nyamuk. Pihaknya lebih menyarankan agar para warga melakukan upaya 3M plus sebagai cara ampuh memberantas populasi nyamuk Aedes Aegypti.

Upaya ini bertujuan agar tak menambah daftar korban DBD, terlebih yang masih berstatus anak seperti warga Kecamatan Duren Sawit yang jadi korban.

"Intinya (DBD) bisa terjadi di mana saja. Tantangannya kalau sampai pasien mengalami gejala DBD yang berat, memang penanganannya jauh lebih complicated," tuturnya.

Sebelumnya, Wali Kota Jakarta Timur M. Anwar meminta seluruh warganya menggalakan kegiatan PSN tiga kali dalam sepekan guna memberangus populasi nyamuk.

Menurutnya satu sebab warganya banyak terjangkit DBD karena Jakarta Timur berbatasan dengan berbagai wilayah, di antaranya Kota Depok dan Bekasi.

"Kami tinggal di daerah perbatasan. Depok itu kan berbatasan dengan wilayah timur, Bekasi dengan Cakung, boleh liat grafiknya. Itu yang di perbatasan tinggi grafik DBD-nya. Tentunya ini semua berpengaruh," ucap Anwar, Kamis (14/3/2019).

Merujuk data Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta hingga pertengahan Maret, di Jakarta Timur ada 844 kasus, Jakarta Barat 828 kasus, Jakarta Selatan 797 kasus, Jakarta Utara 224 kasus, Jakarta Pusat 168 kasus, dan Kepulauan Seribu 2 kasus DBD.

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved