Madura United Masih Harus Berbenah di Piala Presiden 2019

Dejan Antonic mengaku masih terus mencari komposisi yang berbeda untuk memantapkan skuatnya.

Madura United Masih Harus Berbenah di Piala Presiden 2019
istimewa
Skuat Persija Jakarta mengheningkan cipta mengenang Alm Zulkarnaen Lubis jelang kick off kontra Madura United, Sabtu (12/5/2018) di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan. 

MADURA United lolos ke perempat final Piala Presiden 2019 dengan status tak terkalahkan.

Namun, mereka tetap menjadi runner-up Grup D karena meraih tujuh poin. Jumlah poin itu sama dengan Persija Jakarta yang unggul selisih gol dan menjadi juara grup.

Lebih dari itu, Madura United telah menjalani sebanyak delapan pertandingan selama 2019.

Selain Piala Presiden 2019, mereka juga melakoni uji coba melawan Timnas Indonesia U-22.

Lalu, ada juga empat laga Piala Indonesia 2018 melawan Cilegon United dan Sriwijaya FC masing-masing dua kali.

Di fase grup Piala Presiden 2019, mereka menghadapi Persija, PSS Sleman, dan Borneo FC.

Total sebanyak delapan pertandingan berhasil dilalui tanpa kekalahan, dengan rincian lima kemenangan dan tiga imbang. 

“Kami masih akan terus berbenah dengan tim ini. Semua yang sudah dijalani adalah proses awal untuk berusaha lebih baik lagi. Puji Tuhan tim ini selalu menjalani pertandingan dengan hasil positif, sehingga tim ini bisa masuk di 8 besar Piala Indonesia dan Piala Presiden,” kata Dejan Antonic, pelatih Madura United dikutip dari bola.com.

Persija Jakarta Belum Putuskan Stadion untuk 8 Besar

Pelatih asal Serbia itu mengaku masih terus mencari komposisi yang berbeda untuk memantapkan skuatnya.

Saat melakoni fase grup Piala Presiden 2019, Madura United sudah mengalami hal itu karena absennya enam pemain yang harus bergabung Timnas Indonesia, senior dan U-22.

“Dalam beberapa pertandingan, ada komposisi pemain berbeda yang kami turunkan. Tim ini terus menunjukkan kekompakan di tim ini dan selalu dalam kondisi siap untuk dimainkan. Ini hal postitif karena ke depan, kami akan jalani kompetisi dengan durasi sampai 34 pertandingan tanpa henti,” ucap Dejan.

Pelatih berusia 50 tahun itu memetik banyak pelajaran berharga selama delapan pertandingan tersebut.

Dia selalu menurunkan starting eleven yang berbeda dan melihat Laskar Sape Kerap berpotensi menjadi tim kuat musim ini. 

“Ada banyak pilihan dari perkembangan tim ini. Kami akan terus fokus dalam mempersiapkan tim ini untuk kompetisi dan juga pertandingan perempat final Piala Presiden. Manajemen dan para pemain menganggap semua pertandingan yang harus dijalani Madura United sama-sama pentingnya, meski prioritas utamanya adalah Liga 1,” tutup Dejan.

Editor: Dewi Pratiwi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved