Selain Underpass dan Ganjil-genap, Pemkot Depok Godok Wacana Bangun Terusan Jalan Juanda

Cara lain selain gagasan ganjil genap dan rencana pembungan underpass 2020, yakni membangun terusan Jalan Juanda.

Selain Underpass dan Ganjil-genap, Pemkot Depok Godok Wacana Bangun Terusan Jalan Juanda
Warta Kota
Kemacetan arus lalu lintas di Jalan Margonda, Kota Depok, beberapa waktu lalu. 

Pemerintah Kota Depok terus memeras otak untuk mengatasi kemacetan yang selalu menghantui warganya hampir sepanjang hari. Cara lain selain gagasan ganjil genap dan rencana pembungan underpass 2020, yakni membangun terusan Jalan Juanda.

"Kita sudah diberikan izin oleh Pemerintah Pusat untuk melakukan pembangunan terusan Jalan Juanda. Tapi ada tetapinya, yaitu kalau Kota (Pemkot Depok--Red) bisa membebaskan lahannya, nanti pemerintah pusat akan membangunkan jalannya," ujar Wali Kota Depok, Mohammad Idris Abdul Shomad, belum lama ini, kepada Wartakotalive.com.

Kendala yang cukup mengganjal untuk merealisasikan pembangunan jalan terusan ini, kata Idris, adalah besarnya biaya pembebasan lahan.

Karenanya, dia berharap Pemerintah Pusat bersedia membantu pembiayaan pengadaan lahan.

"Untuk pembebasan jalan dari Margonda sampai Kukusan saja, itu sudah memakan biaya kira-kira Rp 340-an miliar. Kalau sampai Cinere bisa dikalikan itu, diperkirakan berapa," kata Idris.

Karena terganjal biaya, menurut Idris, pembangunan terusan Jalan Juanda masih sebatas wacana.

"Wacananya kenapa, karena pemerintah pusat meminta kita beli lahannya. Saya bilang beli lahannya lebih mahal dari pembangunan jalannya. Saya balik, gimana kalau pemerintah pusat yang beli lahan, kita yang bangun. Nah, belum ada jawaban sampai sekarang," bebernya.

Selama ini, satu-satunya cara yang ditempuh untuk mengurai kemacetan adalah dengan melakukan rekaya lalu lintas.

Terbaru, Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) berencana memberlakukan aturan ganjil-genap di Jalan Raya Margonda dalam waktu dekat.

Solusi mengatasi kemacetan menemui titik terang setelah Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, setuju dengan rencana pembangunan jalan terowongan (underpass) di sekitar Jalan Margonda, Jalan Kartini, Jalan Dewi Sartika dan Jalan Siliwangi (Markas Wangi).

Pemkot Depok mengusulkan biaya Rp 430 miliar untuk memuluskannya dan ditargetkan mulai dibangun tahun 2020.

"Markas Wangi dulu (rencananya) flyover. Itu biaya pembebasannya Rp 12 triliun. Akhirnya kita usulkan ke Jawa Barat kemarin underpass, karena lebih murah. Seluruh biaya pembebasannya yaitu Rp 430 miliar, ketimbang yang tadi pake 'T'. Ini masih 'M', masih jauh," kata Idris Abdul Shomad.

Penulis: Gopis Simatupang
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved