Persaingan Pilpres Kian Ketat dengan Temuan Survei Rumah Demokrasi Prabowo dan Sandi Unggul

Survei Nasional Rumah Demokrasi dilaksanakan pada tanggal 19 Februari 2019 hingga 1 Maret 2019 dan dipublikasikan di Jakarta.

Persaingan Pilpres Kian Ketat dengan Temuan Survei Rumah Demokrasi Prabowo dan Sandi Unggul
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Ilustrasi. Suasana saat berlangsungnya debat capres yang dilaksanakan untuk bagian kedua di Jakarta, Minggu (17/2/2019). 

Satu bulan menjelang pencoblosan Pilpres, berbagai lembaga survei merilis hasil risetnya, salah satunya Rumah Demokrasi.

Survei Nasional Rumah Demokrasi dilaksanakan pada tanggal 19 Februari 2019 hingga 1 Maret 2019 dan dipublikasikan pada Jumat (15/3/2019) di Jakarta.

Rumah Demokrasi mendapai hasil survei dengan keunggulan pasangan Prabowo-Sandi, yang unggul 5 persen dari pesaingnya, pasangan Jokowi–Ma’ruf Amin.

Pertanyaan dalam survei yang dilakukan dengan wawancara tatap muka itu ditanyakan, “Jika Pilpres dilaksanakan hari ini Anda memilih siapa dari 2 pasangan capres-cawapres?”

Mayoritas reponden menjawab memilih pasangan Capres 02 yaitu Prabowo-Sandiaga Uno sebesar 45,45%, sedangkan yang memilih pasangan Capres 01 Jokowi-Maruf Amin adalah sebesar 40,30% , dan sebanyak 14,25% belum menentukan pilihan.

“Hasil survei menunjukkan bahwa elektabilitas Prabowo-Sandi saat ini unggul atas Jokowi-Maruf Amin, dengan selisih sekitar 5% dan saat dilakukan survei masih banyak undecided voters, yaitu sebanyak 14,25%,” ujar Direktur Rumah Demokrasi, Ramdansyah dalam pengumuman hasil survei tersebut, melalui keterangan tertulis di Jakarta.

Menurut Ramdansyah, keunggulan Prabowo-Sandi atas Jokowi-Ma’ruf Amin sangat berkaitan erat dengan strategi kampanye.

Di bawah komando Jenderal Joko Santoso, Ramdansyah menjelaskan, strategi kampanye Prabowo-Sandi menggunakan cara gerilya yaitu rajin menyapa masyarakat dan menyerap aspirasi publik melalui kegiatan kunjungan ke daerah.

"Strategi ini memberikan dampak yang sangat signifikan terhadap peningkatan elektabilitas, bahkan posisi saat ini sudah unggul atas Jokowi-Ma’ruf Amin dengan selisih hampir 5%," katanya.

"Model kampanye dengan melakukan gerilya di daerah basis seperti di wilayah Jabar dan Sumut bahkan ke daerah basis lawan seperti Jateng dan Jatim bahkan Bali cukup memberikan efek elektoral bagi pasangan Prabowo-Sandi."

Halaman
1234
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved