Operasi Tangkap Tangan

Romahurmuziy Kena OTT KPK Saat Sarapan di Hotel, Sempat Kabur Saat Diminta Temui Petugas

M Romahurmuziy alias Rommy, sempat berusaha melarikan diri saat operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Romahurmuziy Kena OTT KPK Saat Sarapan di Hotel, Sempat Kabur Saat Diminta Temui Petugas
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Ketua Umumm PPP Romahurmuziy keluar dari Gedung KPK Jakarta memakai rompi tahanan, seusai diperiksa oleh penyidik, Sabtu (16/3/2019). Romahurmuziy ditahan oleh KPK seusai ditetapkan sebagai tersangka terkait dugaan suap seleksi jabatan di Kementerian Agama. 

Diduga terjadi penyerahan uang dari Haris Hasanuddin (HRS) kepada Rommy melalui Amin Nuryadin (ANY), asisten Rommy.

Setengah jam kemudian, tim mendapatkan bukti adanya dugaan penyerahan uang. Tim mengamankan Muafaq Wirahadi dan sopirnya bersama Abdul Wahan (AHB), yang merupakan calon anggota DPRD Kabupaten Gresik dari PPP. Mereka diamankan di Hotel Bumi Surabaya.

Tujuh Larangan Saat Naik MRT Jakarta

Dari Muafaq Wirahadi, tim KPK mengamankan uang Rp 17,7 juta dalam amplop putih.

Setelah itu, tim mengamankan ANY yang telah memegang sebuah tas kertas tangan dengan logo salah satu bank yang beirisikan uang Rp 50 juta.

Selain itu, dari ANY juga diamankan uang Rp 70.200.000. Sehingga, total uang yang diamankan dari ANY Rp 120.200.000.

Korban Pesawat Ethiopian Airlines Jatuh Masih Pegang Paspor Indonesia Meski Lama Tinggal di Roma

Sekira pukul 07.50 WIB, tim KPK mengamankan Rommy di Hotel Bumi Surabaya. Lalu sekira pukul 08.40 WIB, 
KPK mengamankan HRS dan uang Rp 18,85 juta

Pada pukul 17.00 WIB, KPK mendatangi kantor Kemenag dan melakukan penyegelan sejumlah ruangan, di antaranya ruangan Menag dan ruangan Sekjen Kemenag. Total uang yang diamankan tim sebesar Rp 156.758.000.

Akibat perbuatannya, Rommy dijerat pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 UU Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak PIdana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Menhub Terjunkan Tim untuk Observasi dan Teliti Pesawat Boeing 737 Max 8 di Indonesia

Sedangkan Muafaq Wirahadi dan Haris Hasanuddin disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf atau huruf b atau Pasal 13 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sebelumnya diberitakan Wartakotalive.com, KPK menetapkan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M Romahurmuziy alias Rommy, sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait seleksi pengisian jabatan pimpinan tinggi di Kementerian Agama (Kemenag).

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved