Breaking News:

Penembakan di Selandia Baru

BREAKING NEWS: WNI Korban Aksi Teror di Selandia Baru Meninggal Dunia, Sebelumnya Dilaporkan Hilang

Iqbal menuturkan, segera setelah memperoleh kepastian tersebut, Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi menghubungi Nina, istri Almarhum.

Google Maps
Masjid Al Noor di Jalan Deans Avenue, Kota Christchurch, Selandia Baru. 

"Aku adalah orang kulit putih biasa saja, dari keluarga biasa, yang akan melakukan aksi untuk memastikan masa depan orang-orang dari kaumku," tulis Brenton Tarrant.

The Daily Mail mengungkapkan, Tarrant tumbuh besar di daerah Grafton, New South Wales, Australia.

2. Tak Merasa Bersalah

Brenton Tarrant diduga sudah didoktrin oleh kelompok radikal sayap kanan untuk membenci imigran dan orang-orang di luar ras Eropa atau kulit putih.

Di Twitter, ia memberikan sikap bahwa serangan terhadap orang-orang non kulit putih atau non ras Eropa adalah sah.

Brenton Tarrant sempat ditanya, apakah dia tak melihat orang-orang yang diserang adalah orang-orang tak berdosa?

Mengaku Hormati Senior, Prabowo Squat Jump di Depan Para Jenderal Purnawirawan

Ia menjawab, serangan terhadap orang-orang Non Ras Eropa adalah perang. Menurut Brenton Tarrant, dalam sebuah perang, tidak ada yang namanya 'orang tak berdosa'.

Brenton Tarrant juga sempat ditanya, apakah dia berencana selamat atau melakukan bunuh diri setelah melakukan serangan? Ia mengaku siap mati sebagai risikonya.

Tapi, dia berniat untuk tetap hidup, sehingga bisa terus menyebarkan ajaran supremasi kulit putih yang dia yakini.

3. Putar Lagu Metal Saat Menyerang

Brenton Tarrant menyiarkan aksi penembakan biadabnya secara langsung lewat Live Facebook.

Heavy.com mengungkapkan, saat menyerang, dia sempat memutar lagu metal dengan potongan lirik : “I am the god of Hellfire, and I bring you fire (Aku adalah Dewa dari Neraka, dan Kubawakan Kau Api),”.

Lirik ini berasal dari lagu berjudul Fire. Lagu ini sempat dibawakan oleh musikus Metal seperti Ozzy Osbourne dan grup band metal asal Jerman, Die Krupps.

Brenton Tarrant Tunjukkan Simbol Ini Saat Sidang Perdana, Ini Maknanya

Lagu ini aslinya diciptakan oleh Grup Band Rock asal Inggris, The Crazy World of Arthur Brown, pada 1967.

Brenton Tarrant juga sempat memutar lagu berjudul Remove Kebab saat melakukan serangan.

Lagu ini dikenal sebagai lagu wajib sejumlah kelompok sayap kanan kulit putih di Eropa.

Bahar bin Smith Ancam Jokowi, Moeldoko: Andi Arief Fly Menikmati Hobinya Juga Jokowi yang Disalahin

Isinya adalah upaya untuk menyingkirkan kaum imigran dan orang-orang Islam dari Eropa.

4. Khawatir Soal Kulit Putih

Belum diketahui apakah Brenton Tarrant bertindak sebagai lone wolf (seorang diri), atau bergabung dengan kelompok sayap kanan kulit putih.

Tapi, lewat tulisan-tulisannya di Twitter, Brenton Tarrant diduga melakukan aksi biadab karena rasa khawatir berlebihan dengan nasib ras kulit putih.

Brenton Tarrant khawatir, jumlah orang kulit putih akan semakin terdesak. Ia menyebut soal rasio kelahiran kulit putih yang rendah, di banding dengan jumlah imigran, terutama muslim, yang datang ke Eropa dan Australia.

Pidato Lengkap Ketua Umum PSI yang Sebut Partai Nasionalis Membiarkan Maraknya Perda Diskriminatif

"Bahkan andai kita mengusir semua orang Non Eropa dari tanah kita, orang Eropa murni tetap akan menuju kepunahan," tulis Brenton Tarrant.

Brenton Tarrant diduga berubah radikal setelah berkunjung ke Korea Utara dan Pakistan.

Brenton Tarrant bersama satu kelompok tur, sempat melakukan perjalanan ke Korea Utara dan Pakistan.

Baru Dua Tahun Beroperasi, Mövenpick Resort & Spa Jimbaran Bali Kantongi Sertifikasi Green Globe

Brenton Tarrant mengunggah foto-foto saat dia berkunjung sebagai turis backpacker ke Korea Utara dan Pakistan, di antaranya berkunjung ke Samjiyon Grand Monumen di Ryanggang, Korea Utara.

Ia berniat melakukan perjalanan keliling dunia dengan warisan dan investasinya dari emas bitcoin.

Tracey Gray, mantan bos Brenton Tarrant di Big River Gym mengatakan, Brenton Tarrant sempat mendiskusikan rencananya berkunjung ke sejumlah negara, sebelum mengundurkan diri dari pekerjaannya sebagai pelatih gym.

Komentari Pidato Grace Natalie, Politikus PDIP Sebut PSI Odong-odong dan Cuma Cheerleaders

"Dia tidak memiliki destinasi khusus," kata Gray seperti dikutip dari news.com.au, Sabtu (16/3/2019).

Brenton Tarrant berkunjung ke Pakistan pada Oktober tahun lalu, dan kemudian melancong ke Korea Utara. (Rina Ayu)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved