Berita Video

VIDEO: Jelang Pemilu 2019, Ketua KPU Akui Website Sering Diserang Hacker

"Kalau nyerang ke web kita memang ada terus, dan itu bisa datang dari mana-mana," ungkap Arief

"Yang pakai IP Address dari luar bisa juga sebetulnya orangnya dari dalam. Jadi, tidak seperti yang diberitakan itu bahwa yang ngehack itu pasti dari situ, nggak," tegas dia.

Katanya, para hacker yang mencoba mengganggu pelaksanaan Pemilu 2019 ini bertujuan memanipulasi dan memodifikasi isi konten sebaik mungkin untuk membuat ghost voters atau pemilih beridentitas palsu.

VIDEO: Keluarga Korban Penculikan 1998 Menyatakan Penolakan Dukung Prabowo

Bawa-bawa Kapak, Pria di Tanjung Priok Diamankan Tim Tiger Bravo Polres Jakarta Utara

VIDEO: Lihat Geroginya Cinta Laura Saat Disuntik Vaksin Cegah Kanker Serviks

Serangan peretasan bukan terjadi secara tiba-tiba di Pemilu Serentak 2019, melainkan sejak pesta demokrasi tahun 2004, juga 2014.

Alasan mengapa tahun ini begitu massive terjadi karena di tahun 2019 hampir seluruh instrumen menggunakan teknologi informasi.

"Mulai pemilu 2014 udah ada hacker bahkan mungkin sejak 2004 dulu sejak saya jadi penyelenggara pemilu ya ada," ujarnya.

Namun, kata dia, potensi gangguan akibat peretasan tersebut tak akan berdampak pada jalannya pelaksanaan Pemilu 2019 yang tinggal menyisakan 35 hari lagi.

Selain menggunakan cara penghitungan manual, KPU juga memakai rekap berjenjang melalui berita. Sehingga, bila sistem milik KPU diserang, maka itu tidak akan berdampak pada proses penghitungan surat suara.

"Jadi andaikan sistem diserang sama KPU, itu nggak apa-apa," katanya. Arief bersama jajaran lainnya terus berupaya menjaga sistem KPU tetap aman terkendali.

"Kalau sampai sekarang sudah bisa ditangani semua. Kalau orang kan mau nyerang pasti datang terus, tapi kita berupaya membentengi menjaga supaya kita aman," ungkapnya.

Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved