Video: Ini 8 Tersangka Penggelapan dan Penadah Mobil Kredit dari Dua Kasus yang Diungkap Polisi

Ini 8 Tersangka Penggelapan dan Penadah Mobil Kredit dari Dua Kasus yang Diungkap Polisi. Dari dua kasus itu berhasil dibekuk 11 tersangka.

Video: Ini 8 Tersangka Penggelapan dan Penadah Mobil Kredit dari Dua Kasus yang Diungkap Polisi
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Konferensi pers pengungkapan kasus penggelapan dan penadahan mobil mewah status kredit di Mapolda Metro Jaya, Kamis (14/3/2019). 

Dari keterangan AB, kata Argo, diketahui mobil Innova Venturer itu sudah dijual lagi ke penadah lainnya, yakni ES di Pemalang, Jawa Tengah dengan harga Rp 105 Juta.

"Tim mengejar ES dan membekuknya di Pemalang, Jawa Tengah," katanya.

Dari ES, kata Argo, diketahui mobil sudah dijual ke AY di Surabaya, Jawa Timur seharga Rp 115 Juta.

"AY pun kita amankan saat kabur ke Mojokerto. Dari AY diketahui bahwa mobil sudah dijual pula ke HJ seharga Rp 125 Juta," kata Argo.

HJ, katanya, kemudian dibekuk di Surabaya.

Sementara HJ kata Argo mengaku bahwa mobil telah dijual lagi kepada Simin yang kini buron dan menjadi DPO seharga Rp 150 Juta.

Dari para tersangka penadah selain membeli mobil Toyota Kijang Innova Venturer Mr Kim, telah memperjual belikan mobil lainnya tanpa dilengkapi dengan dokumen yang sah.

"Diduga hasil dari kejahatan Kemudian semuanya dilakukan penyitaan sebanyak 53 unit mobil," kata Argo.

Karena perbuatannya, kata Argo, para tersangka yang berjumlah 8 orang--satu orang masih DPO, dikenakan Pasal 372 KUHP dan atau Pasal 480 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama 4 tahun.

Toyota Vellfire

Kasus kedua, kata Kombes Argo uwono, Subdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya membekuk 4 pelaku penadahan terhadap mobil Toyota Vellfire yang berstatus kredit di SPBU TB Simatupang, Jakarta Timur, Senin (11/2/2019) dini hari.

Keempat pelaku yang dibekuk dan berperan sebagai penadah itu adalah CH (33), JK (30), RP (28) dan JB (51).

Dari tangan mereka berhasil disita satu unit mobil Toyota Vellfire, warna putih, tahun 2009 yang dipindah tangankan karena menunggak kredit.

Para pelaku diketahui sudah mengganti nomor polisi mobil dari yang sebelumya B 5 FAN menjadj B-117-SHD.

Ia mengatakan modus para tersangka adalah kerap menerima kendaraan yang masih dalam proses kredit dan telah tertunggak angsuran kreditnya.

"Selanjutnya mereka menjual kendaraan yang dimaksud tersebut meski tanpa surat dan identitas kendaraan yang asli," kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Kamis (14/3/2019).

Argo mengatakan, kasus ini berawal dari laporan Rama Darussalam Utoyo sebagai korban yang diketahui membeli mobil dari pelaku dan ternyata status mobilnya masih dalam kredit.

"Dari sana kami mendapat informasi dari masyarakat bahwa di Jalan TB Simatupang, Jakarta Timur tepatnya di SPBU atau pom Bensin Pertamina sering terjadi transaksi jual beli kendaraan bermotor tanpa dilengkapi dengan identitas kendaraan," kata Argo.

Berdasarkan informasi tersebut, katanya, anggota unit 3 Subdit 6 Ditreskrimum Polda Metro Jaya yang dipimpin Kanit 3 Kompol Wagino kemudian melakukan penyelidikan ke lokasi yang dimaksud.

"Di sana anggota berhasil mengamankan empat tersangka, yakni CH, JB, JK dan RP. Dari keterangan mereka diakui sudah menjual mobil Toyota Vellfire hasil tadahan mereka ke korban atau pelapor seharga Rp 95 Juta," katanya.

Saat dijual, kata Argo, mobil hanya dilengkapi STNK saja.

Berdasarkan pengakuan keempat tersangka, kata Argo, mereka diamankan ke Mapolda Metro Jaya berikut dengan kendaraan sebagai obyek barang bukti.

"Kami masih kembangkan kasus ini karena diduga banyak kendaraan berstatus kredit yang sudah mereka tadah dan jual ke masyarakat," kata Argo.

Karena perbuatannya kata Argo para tersangka akan dijerat Pasal 372 KUHP dan atau Pasal 480 KUHP dan atau Pasal 36 Undang-undang Nomor 42 Tahun 1999 Tentang Jaminan Fidusia.

Untuk Pasal 372 KUHP dan Pasal 480 KUHP, ancamannya adalah pidana penjara paling lama 4 tahun.

"Sementara ancaman Pasal 36 Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 Tentang Jaminan Fidusia, adalah pidana penjara paling lama 2 tahun dan denda paling banyak Rp 50 Juta " kata Argo. (bum)

Saksikan videonya

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved