Hadiri Ajang Job Fair di Unair Surabaya, Strategi PLN Gaet Talenta Milenial Lewat Employer Branding

Hadir Job Fair di Unair Surabaya, Strategi PLN Gaet Talenta Milenial dengan Employer Branding

Hadiri Ajang Job Fair di Unair Surabaya, Strategi PLN Gaet Talenta Milenial Lewat Employer Branding
Istimewa
Direktur Human Capital Management (HCM) PT PLN (Persero) Muhamad Ali memaparkan seminar tentang Future Electricity Through Human Capital Readiness di Universitas Airlangga, Rabu (13/3) 

Dalam suasana bekerja yang nyaman dan tetap mengedepankan kebutuhan para milenial yang siap bersaing di era Industry 4.0 ini, para milenial PLN berbagi informasi yang menggambarkan 70% jajaran yang berkarya terdiri dari para milenial.

PLN juga merupakan BUMN dengan aset terbesar yang harus dijaga para generasi muda penerus bangsa.

Pada kesempatan ini dijelaskan juga bagaimana para telenta muda di PLN menikmati posisinya sebagai insan manusia seutuhnya, yang tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan jasmani dan rohaninya, yaitu selain menjadi profesional di kantor, melainkan mereka juga memiliki kegiatan sosial yang tinggi dan memandang God as Stakeholder, sehingga PLN juga memiliki wadah yang namanya Employee Volunter Program, atau relawan PLN.

Kegiatan yang dilakukan mulai dari berpartisipasi pada Papua Terang, ikut pemulihan pasca bencana, membantu panti jompo dan sejumlah aktifitas CSR lainnya. Sehingga semangat energi optimisme PLN dalam karya PLN Terbaik dapat mendeklarasikan semangat, perusahaan masa depan adalah PLN.

Muhamad Ali menekankan, keberadaan energi listrik tidak perlu dipertanyakan lagi, karena listrik telanjur melekat dan menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari.

Kendati hampir seluruh perangkat rumah saat ini harus menggunakan daya listrik, tetapi masih ada sejumlah peralatan rumah tangga yang belum sepenuhnya dapat mengaplikasikan perlengkapan listrik, seperti misalnya kompor listrik.

Padahal menurut Ali, selain ramah lebih lingkungan, menggunakan kompor listrik juga akan terhindar dari resiko in-efisiensi, terutama karena menggunakan kompor gas berarti meningkatkan jumlah gas gas yang harus disubsidi pemerintah.

Itu sebabnya dalam kesempatan berbagi pengalaman dengan para milenial di Unair, ia juga menggambarkan, bekerja di BUMN PLN tidak hanya bertujuan membantu program pemerintah melistriki seluruh Indonesia, tetapi juga dilakukan dengan berbagai cara mulai dari beraktifitas kerja di kantor, sampai menjadi pasukan garda terdepan dalam pemulihan pasca bencana, terjun dan aktif dalam berbagai program sosial, hingga terlibat secara aktif dalam kegiatan 3K (Health, Safety, and Environment) yang secara langsung bersentuhan dengan kegiatan sehari-hari masyarakat seperti menangani gangguan listrik akibat permainan laying-layang, atau membantu penebangan pohon untuk mencegah terjadinya arus pendek (kesetrum).

Bekerja di tempat kami berarti, turut menjaga komitmen bersama-sama menjaga dan menciptakan kondisi listrik nasional secara efisien dan kondusif, melalui partisipasi aktif yang tidak hanya melulu bercerita soal bagaimana bekerja di sektor pembangkitan, transmisi dan distribusi.

Tetapi melalui program ini para talenta milenial PLN bercerita bagaimana bekerja di PLN bukan hanya sebagai tempat mencari upah, melainkan soal makna. Bagaimana pekerjaan melistriki Nusantara sangat berpengaruh terhadap hajat hidup masyarakat banyak, kata Ali.

Halaman
1234
Editor: Mirmo Saptono
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved