Pesawat Boeing 737 Max 8 Jatuh, Pemerintah Indonesia Kirim Tim ke Ethiophia

Pihaknya juga telah dan terus berkomunikasi dengan FAA dan Boeing dalam menindaklanjuti hasil inspeksi terkait penerapan larangan terbang

Warta Kota
Kiri- kanan : Managing Director Lion Air (Daniel Putut), Dir KPPU (Avirianto), Dirjen Hubud (Polana B. Pramesti), Sesditjen Hubud (Nur Isnin), Dir Ops Garuda (Capt. Bambang Angkasa), Dir Teknik Garuda (I Wayan Suseno) 

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan mengirim tim ke Ethiopia.

Hal tersebut sebagai tindaklanjut kasus kecelakaan pesawat Ethiopian Airlines ET302, yang terjadi pada Minggu,10 Maret 2019 kemarin.

"Saat ini kami sedang berkoordinasi dengan KNKT, kami akan mengirimkan tim ke Addis Ababa (Ethiopia) untuk mendukung investigasi kecelakaan tersebut jika ada permintaan dari CAA,” kata Polana B Pramesti, Direktur Jenderal Perhubungan Udara, di Gedung Kemenhub, Jalan Medan Merdeka Barat, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (13/3/2019).

Langkah preventiv, lanjut Polana, telah diambil terhadap B737 MAX 8 yang beroperasi di Indonesia. Dengan menetapkan larangan terbang sementara. Agar bisa dilakukan inspeksi yang sudah dimulai sejak tanggal 12 Maret 2019.

VIDEO: Bisa Bertemu Anaknya di Sekolah, Pesinetron Tsania Marwa Anggap Mukjizat

Maling Motor Pakai Jaket Ojol Terekam CCTV Gasak Yamaha NMax di Jatiasih Bekasi

Kapolri Tito Karnavian Bertermu 16 Manajer Klub di Liga 1, Sepakat Dukung Satgas Anti Mafia Bola

“Larangan terbang sementara ini bukan merupakan bentuk sanksi melainkan tindakan pencegahan dengan berbasis kepada pertimbangan safety agar dapat dilakukan inspeksi terhadap pesawat terbang tersebut,” kata Polana.

Pihaknya juga telah dan terus berkomunikasi dengan FAA dan manufaktur (Boeing Co.) dalam menindaklanjuti hasil inspeksi terkait penerapan larangan terbang sementara.

Ditjen Hubud juga terus berkoordinasi dengan KNKT dan operator penerbangan Indonesia terutama terkait dengan implikasi dari pelarangan terbang sementara.

“Temporary grounded ini dilakukan untuk menginspeksi secara detail pesawat Boeing 737-8 MAX yang ada di Indonesia agar laik terbang (airworthy). Hal ini untuk menjamin keselamatan penerbangan di Indonesia, mengingat saat ini di Indonesia beroperasi 11 pesawat type Boeing 737-8 MAX yang dioperasikan oleh maskapai Lion Air sebanyak 10 unit dan maskapai Garuda Indonesia sebanyak 1 unit,” jelas Polana.

Penulis: Mohamad Yusuf
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved