Pemkot Depok Akhirnya Dapat Restu Dari Kang Emil Bangun Underpass

Di-acc lah. Kalau flyover itu kan biayanya besar sekali. Kalau underpass itu memang sudah diminta oleh Pak Gubernur Jawa Barat segera (mulai dibangun)

Pemkot Depok Akhirnya Dapat Restu Dari Kang Emil Bangun Underpass
Warta Kota/Gopis Simatupang
Wali Kota Depok, Mohammad Idris Abdul Shomad (di dalam mobil) bersama Wakil Wali Kota, Pradi Supriatna, di Hotel Bumi Wiyata, Kota Depok, Rabu (13/3/2019). 

Tidak lama lagi, kemacetan di sekitar Jalan Raya Margonda, Jalan Raya Kartini, Jalan Raya Proklamasi, serta Jalan Raya Dewi Sartika, tampaknya akan segera terurai.

Hal itu menyusul pernyataan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, yang telah memberi restu terhadap pembangunan underpass yang diusulkan Pemerintah Kota Depok.

Kang Emil, sapaan Ridwan Kamil, sebenarnya menawarkan pembangunan jalan layang (flyover) di titik-titik macet tersebut.

Namun, Pemkot Depok lebih suka jika yang dibangun adalah underpass, karena berbagai alasan.

"Di-acc lah. Kalau flyover itu kan biayanya besar sekali. Kalau underpass itu memang sudah diminta oleh Pak Gubernur Jawa Barat segera (mulai dibangun)," ujar Wakil Wali Kota Depok, Pradi Supriatna, ditemui di Hotel Bumi Wiyata, Kota Depok, Rabu (13/3), kepada Wartakotalive.com.

Pradi berharap pembangunan underpass itu sudah bisa mulai dilakukan pada tahun 2020.

Saat ini, Pemkot masih dalam tahap persiapan proyek, seperti pemetaan lokasi, rencana pembebasan lahan, dan lain-lain.

Di tempat yang sama, Wali Kota Depok, Mohammad Idris Abdul Shomad, mengungkapkan, untuk membangun jalan terowongan tersebut, dibutuhkan biaya kira-kira sebesar Rp 420 miliar.

Idris berharap kehadiran underpass itu nantinya bakal dapat mengurai kemacetan secara signifikan di sekitar kawasan Margonda dan sekitarnya.

"Underpass yang akan dibangun itu untuk yang di Jalan Dewi Sartika, Proklamasi, Kartini, dan Margonda. Dulu yang dikenal dengan Markas Wangi itu. Tapi yang kita usulkan underpass, jauh nilainya dibandingkan dengan flyover. Underpass butuh dana Rp 420 miliar. Kalau flyover jauh lebih mahal," ucap Idris.

Dalam konferensi pers kinerja pemerintahannya selama tiga tahun terakhir, Kamis (28/2/2019) lalu, Wali Kota Depok Mohammad Idris Abdul Shomad, telah mengusulkan kepada Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, untuk membangun underpass, alih-alih flyover seperti yang ditawarkan Kang Emil, sapaan sang gubernur, untuk mengurai kemacetan.

Emil sebelumnya menawarkan akan membangun dua flyover untuk warga Kota Depok. Satu di Jalan Kartini, dan satu lagi di Jalan Raya Sawangan.

"Pak Ridwan Kamil menawarkan flyover, saya bilang bisa enggak ditawar underpass, karena memang kondisi jalan dan kondisi pedagang-pedagang yang ada di (Jalan) Dewi Sartika," ujar Idris.

Untuk diketahui, saat ini pengendara dari Jalan Kartini yang hendak ke arah Jalan Dewi Sartika atau Siliwangi terpaksa harus memutar sekitar 2 kilometer lewat Jalan Arif Rahman Hakim karena rekayasa lalulintas yang dilakukan polisi.

Padahal, sebelumnya jaraknya hanya 200 meter saja. Dengan adanya underpass, pengendara tak perlu memutar lagi dan secara otomatis dapat mengurangi volume kendaraan di Jalan Margonda.

Penulis: Gopis Simatupang
Editor:
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved