Mencari Layanan Jasa Titip secara Cepat Melalui Aplikasi, Ada Ratusan Jastip

Ingin belanja dan malas keluar bisa memakai layanan jasa titip. Kini mencari layanan jasa titip bisa melalui aplikasi.

Mencari Layanan Jasa Titip secara Cepat Melalui Aplikasi, Ada Ratusan Jastip
Surya
Ilustrasi 

Ingin belanja dan malas keluar bisa memakai layanan jasa titip. Kini mencari layanan jasa titip bisa melalui aplikasi.  Melalui aplikasi ini, dengan mudah dan cepat mencari layanan jastip.

WARTA KOTA, PALMERAH---- Hobi belanja tetapi malas keluar bisa mengandalkan layanan jasa titip online atau kerap disebut jastip.

Untuk menemukan layanan jasa titip ini bisa melalui media sosial satu per satu agar menemukan harga yang cocok.

Tentu mencari pelaku usaha jasa titip satu per satu membutuhkan waktu.

Tips Menyelesaikan Tagihan Kartu Kredit, Memakai Metode Bola Salju: Bagaimana Penjelasannya?

Beruntung, ada start up yang mencoba mengumpulkan para jastip tersebut dalam satu aplikasi yang bernama Hellobly.

Hasilnya pun tergolong positif.

Hingga kini Hellobly sudah menggandeng 4.000 pengguna aktif.

Dan sekitar 10 persennya, ada 400 pengguna adalah personal shopper alias pelayan jasa titip.

Cara menggunakan jasa ini juga cukup mudah.

Tinggal membuka aplikasi atau situs Hellobly dan tersaji ragam penawaran barang yang bisa dibelikan jastip.

Laporan SPT, Daftar dan Kode Harta yang Masuk Dalam Laporan SPT

Baik itu barang di dalam negeri hingga luar negeri.

Supaya Hellobly terus mendapat respon positif, aplikasi tersebut juga terus memperluas fitur layanan.

Seperti permintaan barang (buyer request) konsumen dan pre order bagi para jastip.

"Sebelumnya, pembeli bisa menitip barang sesuai penawaran personal shopper. Sekarang bisa request dan dicarikan personal shopper," kata Mita Widodo, Lead Marketing Hellobly, baru-baru ini.

Tak puas dengan fitur yang ada, Hellobly tengah menyiapkan katalog pemesanan dari peritel sebuah produk.

Ini untuk memudahkan para jastip mendapatkan info produk belanjaan, tanpa perlu mencari barang dan memotretnya terlebih dahulu.

Sebagai permulaan, Hellobly menawarkan katalog berisi buku impor yang dijual pada pameran buku Big Bad Wolf (BBW) 2019 di Indonesia Convention Exhibition (ICE).

Mau Mudik Lebaran 2019, Kemenhub Buka Pendaftaran Angkutan Motor Gratis

Lewat aplikasi dan web, pengguna tinggal memilih buku secara digital, sisanya akan diurus jastip yang sudah stand by di lokasi pameran tersebut.

Hellobly sudah menyiapkan tujuh orang jastip di pameran tersebut dan siap mencari buku yang diinginkan konsumen.

Hasilnya, selama tiga hari pameran, aplikasi ini sudah melayani transaksi pembelian dengan nilai total Rp 50 juta.

Selain fitur katalog, Hellobly juga menargetkan bisa rilis aplikasi berbasis iOS.

Sebab hingga saat ini, aplikasi Hellobly hanya bisa digunakan pengguna Android saja.

Langkah ini sebagai upaya Hellobly untuk menambah jumlah pengguna start up tersebut hingga ada tambahan sebesar 10 persen per bulannya.

Mita melihat bisnis ini punya potensi yang menjanjikan karena di luar sana masih banyak para personal shopper yang berjalan secara sendiri-sendiri.

Maklum, dunia belanja memang tidak ada matinya.

Semakin Bayak Orang Membeli Emas Melalui Aplikasi, Harga Mulai Rp 20.000

Secara mandiri

Meski sudah ada start up, tetap ada pelaku usaha jasa titip yang bekerja secara mandiri.

Bagaimana cerita sukses pelaku usaha jasa titip ini?

Adalah Dian Fath, wanita yang juga bekerja di salah satu perusahaan swasta di Jakarta ini membuka bisnis jasa penitipan untuk menambah pendapatannya.

Dian sudah memulai bisnis jasa penitipan barang ini sejak tahun 2018.

"Saya membuka jastip pernak-pernik kebutuhan rumah. Lebih spesifiknya sih barang-barang dari Toko Ikea," kata Dian.

Mendalami Pasar Modal Sejak Kuliah, Mahar Pernikahan Berupa 9 Reksadana

Dian mengaku awalnya tak sengaja menggeluti bisnis ini.

Ide bisnis ini tercetus dari hobinya yang senang berbelanja barang kebutuhan rumah tangga.

"Awalnya karena sering belanja kebutuhan rumah di Ikea. Terus banyak teman dan keluarga yang nanyain barang-barang di sana," kata Dian.

Dian mengatakan,"Soalnya kebanyakan mereka malas ke sana karena jauh dari rumahnya, nah dari situ lah kepikiran buat buka bisnis jastip."

Dian mengaku mendapatkan keuntungan yang menggiurkan dari bisnis ini.

Sebab, dia hanya bermodal dengkul saja untuk menggeluti bisnis ini.

Sebab, jarak rumahnya dengan Ikea di Tangerang Selatan cukup dekat.

"Lumayan amat sangat menggiurkan (keuntungannya), karena modalnya cuma jasa jalan saja," kata Dian.

Apalagi, kata Dian, kalau yang menitip banyak, keuntungannya ada disetiap barang yang dititip.

"Misalnya adanya yang nitip lampu tidur yang harganya Rp 150.000, gue biasanya kasih tarif Rp 15.000-Rp 20.000," kata Dian.

Kalau sekali jalan ada lima orang yang nitip, kata Dian, bisa dapat keuntungan Rp 100.000.

Dian selama ini,hanya memasarkan jasanya melalui akun Instagram dan Whatsapp Story.

Dalam satu bulan bisa lima kali melayani layanan jastip.

Selama ini, menurut Dian, dia tak mengalami kesulitan yang berarti dalam menekuni bisnis jastip.

"Kesulitannya kadang suka enggak tahan juga ingin belanja barang kalau pas lagi beliin barang titipan orang," ujar dia.

Dian mengatakan, keuntungan berbisnis jastip ini belum pernah dia pergunakan.

Sebab, keuntungan itu akan dia gunakan untuk liburan bersama keluarganya.

"Sekarang sih keuntungannya sudah bisa untuk jalan-jalan ke luar kota sama keluarga, tapi kami rencananya uang keuntungan itu mau buat liburan ke Singapura," kata Dian.

Senada dengan Dian, Eka Chanda Septarini mengaku tak sengaja berbisnis jasa penitipan.

Wanita yang bekerja di salah satu media massa nasional ini mengawali bisnisnya saat berpelesiran ke Korea Selatan.

Saat itu, banyak teman dan keluarganya yang ingin membeli barang-barang asal Negeri Ginseng itu.

Melihat peluang bisnis itu, akhirnya Eka mempromosikan layanan jasa titip di media sosialnya.

Tak menyangka, ternyata banyak yang minat membeli pernak-pernik asal Korea Selatan.

"Awalnya enggak mau buka jastip, tapi teman-teman tahu kalau aku mau ke Korea, mereka akhirny nitip beli barang," katanya.

"Ya sudah akhirnya aku buka jasti barang-barang yang bisa aku beli di tempat-tempat yang aku mau datengin," kata Eka.

Eka mengatakan, bagi pelanggan yang ingin menggunakan jasanya, dia meminta untuk mentransferkan uangnya terlebih dahulu.

Hal tersebut dilakukan untuk menghindari pengguna jasa yang hit and run.

Jika ditotal, selama di Korea Selatan dia berbelanja barang titipan dari pelanggannya mencapai Rp 8 juta.

Dia mengaku bisa mengantongi uang jutaan rupiah dari bisnis ini sekali jalan ke luar negeri.

"Aku ambil untung Rp 25.000 sampai 25 persen dari harga barangnya. Tergantung harga dan ukurannya," ujar Eka.

Eka mengaku belum mau menjalani bisnis ini sebagai sumber utama penghasilannya.

Alasannya saat ini dia masih tertarik menggeluti sebagai pekerja di media massa.

"Sejauh ini side job dulu saja ya, pas aku mau pergi kalau memungkinkan buat buka jastip, ya aku buka," katanya.

Melihat Prospek Saham di Sektor Ritel, Penjelasan Analisis Pasar Modal

Kontan.co.id/Hikma Dirgantara
Berita ini sudah diunggah di Kontan.co.id dengan judul Hellobly mengumpulkan para jastip ke dalam satu aplikasi

Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved