Dinas Kesehatan DKI Akan Memetakan Sekolah di Jakarta yang Rawan Kasus DBD

Dinas Kesehatan DKI Akan Memetakan Sekolah di Jakarta yang Rawan Kasus DBD. Saat ini wilayah paling rawan kasus DBD adalah Jakarta Timur.

Dinas Kesehatan DKI Akan Memetakan Sekolah di Jakarta yang Rawan Kasus DBD
Warta Kota/Nur Ichsan
Ilustrasi: Petugas kesehatan dari Puskesmas Tanah Abang bersama kader jumantik dari Kelurahan Kebon Melati, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, melakukan fogging sarang dan jentik nyamuk aedes aegypti yang menjadi sumber penyebab penyebaran penyakit demam berdarah dengue, Sabtu (9/2/2019). 

Dinas Kesehatan DKI Akan Memetakan Sekolah di Jakarta yang Rawan Kasus DBD. Saat ini wilayah  paling rawan kasus DBD adalah  Jakarta Timur 844 kasus, Jakarta Barat 828 kasus,  Jakarta Selatan 797 kasus.

DINAS Kesehatan DKI Jakarta saat ini sedang memetakan sekolah-sekolah yang rawan terjangkit penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

Pasalnya dari 2.883 kasus DBD yang terjadi dari Januari hingga Maret 2019, penderita didominasi oleh anak usia sekolah.

"Kami temukan yang paling banyak adalah anak di usia SD dan SMP," ujar kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti di Balai Kota DKI, Rabu (13/3/2019).

Terlebih gigitan nyamuk aedes aegypti diprediksi terjadi sekitar pukul 10.00 WIB, saat anak-anak sedang berada di lingkungan sekolah.

Cuma 10 Menit Mengisi Online SPT Pajak Tahunan Pribadi, di Sini Ada Linknya dan Panduan EFIN

4 Titik Bom Terancam Meledak di Sibolga dengan Radius Ledakan 7 Kilometer, Warga Langsung Menjauh

Gagal Bayar Utang ke China, Kena Chinese Money Trap: Mata Uang Jadi Yuan Hingga Lego BUMN

"Gigitan nyamuk rata-rata terjadi pada jam sepuluh, jadi kita kahwatir dan patut diduga kalau ada kemungkinan (gigitan nyamuk) terjadi di sekolah," ucapnya.

Namun, sampai saat ini Dinkes DKI belum bisa memastikan berapa jumlah sekolah yang rawan DBD.

Bila ditemukan ada sekolah rawan DBD, Dinkes dan Dinas Pendidikan (Disdik) DKI bakal melakukan berbagai langkah pencegahan. Salah satunya berupa fogging.

"Kami sedang memproses pemetaan sekolah rawan, dan kalau kita temukan bahwa di sekolah itu positif kita akan lakukan fogging," kata Widyastuti.

Diketahui saat ini tiga wilayah yang paling rawan kasus DBD adalah:

- Jakarta Timur 844 kasus,

- Jakarta Barat 828 kasus

- Jakarta Selatan 797 kasus. (M16)

Penulis: Anggie Lianda Putri
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved