Berita Video

VIDEO: Warga yang Terkena Pembebasan Lahan Bandara Soetta Demo di PN Tangerang

Puluhan bendera kuning pun dipasang di sekitaran PN Tangerang sebagai bentuk belasungkawa oleh warga Desa Rawarengas.

Ia juga melanjutkan, terdapat tiga rukun warga (RW) yang hingga saat ini belum mendapatkan hak ganti ruginya terkait pembangunan landasan pacu baru tersebut.

"Kami sudah tiga tahun bertahan, pembangunan terus berjalan dan tanpa ada melirik ke kami rakyat kecil. Kalah hujan dikit banjir seada-adanya. Hukum itu selalu tajam ke bawah tumpul ke atas," teriak Samsudin.

Ketiga RW yang masih belum mendapatkan ganti ruginya hingga detik ini adalah RW 15, 16 dan RW 18 Desa Rawarengas, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang.

Seperti yang dirasakan Yana, ibu rumah tangga warga RW 15 tersebut kerap kali harus bersusah payah menguras air banjir yang selalu memasuki rumahnya ketika musim hujan.

"Pasti kalau sudah musim hujan kayak gini, air itu masuk ke rumah sampe sebetis saya. Kalau di jalanan itu paling parah bisa sampai sepinggang," keluh Yana saat mengikuti unjuk rasa depan Pengadilan Negeri Tangerang, Senin (11/3/2019).

Menurut dia, sudah tiga tahun ia menderita sejak pembangunan landasan pacu pesawat Bandara Soekarno-Hatta di Parimeter Utara.

Banjir yang menggenangi tiga RW di Desa Rawarengas pun menimbulkan keresahan lainnya salin terendam air tinggi.

Air yang kotor karena bercampur tanah pembangunan dengan air selokan diakui Yana membuatnya dan banyak warga lain mengalami penyakit kulit.

"Gatel-gatel. Kasian anak-anak banyak yang jadi merah kulitnya gatel-gatel. Pasti kalau banjir nanti udahannya gitu, pingin nangis rasanya," kata Yana.

Dari informasi yang didapatkan, PT. Angkasa Pura II telah menitipkan uang ganti rugi tanah sengketa sebesar Rp 430,35 miliar ke Pengadilan Negeri Tangerang.

Hal itu sejalan sebagaimana termaktub dalam UU No.22 tahun 2012 tenteng sistem pembayaran tanah bersengketa yang mengatur konsinyasi.

Sedangkan sampai detik ini, Senior Manager Of Branch Communication and Legal, Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Febri Toga Simatupang belum memberikan konfirmasi ketika dimintai keterangan. (*)

Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved