Dua Kapal Nelayan Ditangkap Satpol PP karena Tebar Jala Ikan di Jalur Perlintasan Kapal

Usai dilakukan pendataan, para nelayan tersebut kemudian diberikan pembinaan agar tidak kembali menangkap ikan di area pelintasan kapal.

Dua Kapal Nelayan Ditangkap Satpol PP karena Tebar Jala Ikan di Jalur Perlintasan Kapal
Warta Kota/Istimewa
Petugas Satpol PP Kabupaten Kepulauan Seribu menangkap dua kapal nelayan yang menebar jala di jalur perlintasan kapal di perairan Kelurahan Pulau Pari, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, Kabupaten Kepulauan Seribu pada Selasa (12/3/2019) siang. 

Petugas Satpol PP Kabupaten Kepulauan Seribu menangkap dua kapal nelayan yang menebar jala ikan di jalur perlintasan kapal di perairan Kelurahan Pulau Pari, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, Kabupaten Kepulauan Seribu pada Selasa (12/3/2019) siang.

Keduanya ditangkap lantaran mengganggu lalu lintas kapal akibat menebar jala ikan.

Penangkapan dua kapal nelayan tersebut diungkapkan Kepala Seksi (Kasi) Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dan Penindakan Satpol PP Kepulauan Seribu, Sugiri sebagai langkah penindakan atas pelanggaran lalu lintas laut.

Selain itu, sesuai data yang diterima Warta Kota, kedua unit kapal nelayan yang diketahui berasal dari Cituis, Tangerang dan Muara Angke, Jakarta Utara itu diketahui tidak membawa dokumen serta alat keselamatan, berupa jaket pelampung.

"Mereka membahayakan lalu lintas kapal, karena itu kami segera arahkan untuk angkat jangkar untuk pembinaan karena menjala di jalur perlintasan kapal itu sangat berbahaya."

"Apalagi, mereka tidak bawa sertifikat pas kapal ataupun Kartu Tanda Penduduk (KTP)," ungkapnya dihubungi Warta Kota pada Selasa (12/3/2019).

Petugas Satpol PP Kabupaten Kepulauan Seribu menangkap dua kapal nelayan yang menebar jala di jalur perlintasan kapal di perairan Kelurahan Pulau Pari, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, Kabupaten Kepulauan Seribu pada Selasa (12/3/2019) siang.
Petugas Satpol PP Kabupaten Kepulauan Seribu menangkap dua kapal nelayan yang menebar jala di jalur perlintasan kapal di perairan Kelurahan Pulau Pari, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, Kabupaten Kepulauan Seribu pada Selasa (12/3/2019) siang. (Warta Kota/Istimewa)

Usai dilakukan pendataan, para nelayan tersebut kemudian diberikan pembinaan agar tidak kembali menangkap ikan di area pelintasan kapal.

Sekaligus membawa alat keselamatan serta dokumen penting seperti identitas diri.

"Kita berikan imbauan dan pemahaman untuk selalu mengutamakan keselamatan."

"Kesalahan mereka hanya lokasi tebar jala saja, soal alat tangkap yang digunakan tidak masalah, mereka pakai jaring rampus dan jaring kusrin," jelasnya.

Lebih lanjut, dipaparkannya, patroli laut rutin yang dilakukan pihaknya bertujuan untuk menemukan adanya aktivitas penangkapan ikan ilegal sekaligus menegakkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum.

Tidak hanya jajaran Satpol PP semata, patroli juga didukung personil TNI dan Kepolisian serta petugas Suku Dinas (Sudin) Perhubungan, Sudin Kelautan Pertanian dan Ketahanan Pangan (KPKP) Kepulauan Seribu.

"Petugas yang terlibat berjumlah 60 personil dengan tiga unit kapal, mulai dari Satpol PP 46 personil, Sudin Perhubungan 2 personil, Sudin KPKP 2 personil hingga TNI-Polri 10 personil," katanya.

Petugas Satpol PP Kabupaten Kepulauan Seribu menangkap dua kapal nelayan yang menebar jala di jalur perlintasan kapal di perairan Kelurahan Pulau Pari, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, Kabupaten Kepulauan Seribu pada Selasa (12/3/2019) siang.
Petugas Satpol PP Kabupaten Kepulauan Seribu menangkap dua kapal nelayan yang menebar jala di jalur perlintasan kapal di perairan Kelurahan Pulau Pari, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, Kabupaten Kepulauan Seribu pada Selasa (12/3/2019) siang. (Warta Kota/Istimewa)
Penulis: Dwi Rizki
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved