Bandingkan Kasusnya dengan Zul Zivilia, Andi Arief Merasa Dihakimi

Wasekjen DPP Partai Demokrat kembali mendatangi Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Jakarta guna melakukan konsultasi atas kasus yang menjeratnya.

Bandingkan Kasusnya dengan Zul Zivilia, Andi Arief Merasa Dihakimi
Wartakotalive.com/Rangga Baskoro
Wasekjen DPP Partai Demokrat kembali mendatangi Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Jakarta guna melakukan konsultasi atas kasus yang menjeratnya, Selasa (12/3). 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com Rangga Baskoro

CIRACAS, WARTAKOTALIVE.COM -- Wasekjen DPP Partai Demokrat kembali mendatangi Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Jakarta guna melakukan konsultasi atas kasus yang menjeratnya.

Usai menjalani konsultasi, Andi Arief menyampaikan rasa kecewanya terhadap pemberitaan kasus dugaan kepemilikan narkoba itu.

Ia membandingkan pemberitaan dirinya dengan vokalis Zivilia, Zul yang jadi tersangka penyalahguna narkotika dengan barang bukti sabu 9,5 kilogram sabu-sabu dan 24.000 butir ekstasi.

Menurutnya media telah melakukan trial by the press atau penghakiman lewat media sejak dia ditangkap karena mengkonsumsi sabu di Hotel Menara Peninsula, Jakarta Barat, Minggu (3/3/) lalu.

Terlebih lagi, tersebar foto-foto saat penangkapan dirinya oleh personel Direktorat IV Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri bersama seorang perempuan berinisial L.

Andi menilai tak sepatutnya foto-foto itu disebarluaskan lantaran merupakan materi penyelidikan yang seharusnya tak diumbar ke publik.

"Penangkapan sabu-sabu artis Aishiteru yang nyanyi Aishiteru apa ada diperlakukan seperti saya? kan enggak! Itu bandar besar. Foto-foto itu bagian dari penyelidikan, penyelidikan itu tidak boleh dimuat di televisi," kata Andi di RSKO, Jakarta Timur, Selasa (12/3).

Tersebarnya foto-foto itu, sambung Andi, telah berhasil mencoreng nama baik keluarganya.

Bahkan hal itu membuat mental kedua anaknya 'jatuh' hingga harus mendapat penanganan secara medis.

"Yang jelas anak saya drop banget. Saya sedang menjadwalkan (konsultasi) bagaimana kedua anak saya yang sudah terpengaruh dengan berita-berita di media," ujarnya.

Politikus Partai Demokrat itu merasa dirugikan oleh pemberitaan media massa dengan alasan asesmen dari Polisi dan BNN menunjukkan bahwa ia bukan tersangka penyalahguna narkotika meski ia belum menjalani pemeriksaan lanjutan seperti pemeriksaan darah dan rambut.

Namun demikian, Andi lantang menyatakan dirinya bukan seorang kriminal.

"Di mana keadilan buat saya dan keluarga. Kalau pun saya tersangka, ini saya enggak tersangka sama sekali. Kan orang multitafsir, ada perempuan di situ, ada macam-macam alat, tapi apa orang minta penjelasan saya bagaimana saya datang ke sana dan sebagainya?" tuturnya. (abs)

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved