Perjuangan Berat Manggala Agni di Garda Terdepan Karhutla Saat Dikepung Api Mengumandangkan Azan

Dengan hanya mengandalkan satu selang, Azmi dan kawan-kawan hanya bisa pasrah saat melihat besarnya lidah api.

Perjuangan Berat Manggala Agni di Garda Terdepan Karhutla Saat Dikepung Api Mengumandangkan Azan
Warta Kota/Istimewa
Api membakar apa saja yang menghadangnya, mulai dari ilalang, rerumputan, hingga pepohonan. 

Meski telah bekerja nyaris seharian di garda terdepan, anggota Manggala Agni Daops Dumai yang berjaga di Rupat, tepatnya di Desa Terkul, tetap penuh semangat.

Malam semakin dingin, aroma lahan hutan yang terbakar dan asap semakin menyengat.

Sambil beristirahat, cerita-cerita mengenai upaya dan pengalaman memadamkan titik api kebakaran hutan mulai mengalir.

Azmi (40) berbagi kisah.

Kisahnya, ketika dirinya dan rekan-rekan Manggala Agni pernah terkepung titik api dengan hebat, saat kebakaran hutan yang terjadi di tahun 2010 silam.

Saat itu, Azmi dan rekan-rekannya sedang memadamkan api di Medang Kampai, Dumai.

Mereka berusaha memadamkan titik api yang sedang menuju pondok-pondok kayu yang ditinggali warga.

Api membakar apa saja yang menghadangnya, mulai dari ilalang, rerumputan, hingga pepohonan.
Api membakar apa saja yang menghadangnya, mulai dari ilalang, rerumputan, hingga pepohonan. (Warta Kota/Istimewa)

Ada Ibu-ibu, dan anak-anak juga. Mereka memang tinggal di lahan tersebut untuk berkebun.

''Mereka sudah berteriak minta tolong, dan Alhamdulillah berhasil kita selamatkan. Namun tak lama kemudian, kami dapat kabar kalau api berputar ke arah barak tempat kami tinggal,'' kata Azmi, Minggu (10/3/2019).

Faktor angin telah membuat api begitu cepat berubah arah.

Halaman
1234
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved