Perempuan WNI yang Jadi Korban Jatuhnya Pesawat Ethiopian Airlines Tinggal di Roma Italia

Kemlu telah mendapatkan kepastian terkait Warga Negara Indonesia (WNI) yang turut menjadi korban jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines di Addis Ababa.

Perempuan WNI yang Jadi Korban Jatuhnya Pesawat Ethiopian Airlines Tinggal di Roma Italia
voanews.com
Puing-puing pesawat Ethiopian Airlines ET-302 yang jatuh tak lama setelah lepas landas di Hejere dekat Bishoftu, atau Debre Zeit, sekitar 50 kilometer (31 mil) selatan Addis Ababa, Ethiopia, Minggu (10/3/2019). 

KEMENTERIAN Luar Negeri (Kemlu) telah mendapatkan kepastian terkait Warga Negara Indonesia (WNI) yang turut menjadi korban jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines di Addis Ababa.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanantha Nasir mengatakan, WNI yang menjadi korban tersebut merupakan seorang perempuan yang tinggal di Roma, Italia.

"Kemlu telah mendapatkan konfirmasi bahwa korban WNI adalah seorang perempuan yang tinggal di Roma Italia dan bekerja untuk World Food Program (WFP) PBB," ujar Arrmanantha dalam keterangan tertulis, Senin (11/2/2019).

BREAKING NEWS: Ethiopian Airlines Jatuh, Pesawatnya Sejenis Lion Air PK-LQP JT-610 yang Celaka

Pria yang kerap disapa Tata ini mengatakan, Pemerintah Indonesia telah menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban.

"KBRI Roma akan terus berkoordinasi dengan keluarga korban, KBRI Addis Ababa, dan Kantor WFP Roma untuk pengurusan jenazah dan dukungan bagi keluarga," tuturnya.

Pesawat Ethiopian Airlines yang jatuh itu berjenis Boeing 737-800MAX, sama seperti Lion Air PK-LQP yang jatuh di Perairan Karawang, Jawa Barat pada 29 Oktober 2018 lalu.

Begini Kronologi Jatuhnya Pesawat Ethiopian Airlines ET-302, Total 157 Penumpang dan Awak Tewas

Menanggapi peristiwa tersebut, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan menyampaikan duka yang mendalam atas musibah jatuhnya pesawat yang menewaskan 157 orang tersebut.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Polana B Pramesti mengatakan, akan terus melakukan pengawasan terhadap maskapai yang masih mengoperasikan pesawat berjenis yang sama di Indonesia.

Pengawasan untuk pesawat Boeing 737-8 Max ini sudah dilakukan sejak Oktober 2018 lalu.

Petani Lampung Pamerkan Tangan yang Kapalan, Jokowi: Kita Sama-sama Tukang

“Hingga saat ini kami terus melakukan langkah-langkah perbaikan mulai dari prosedur operasional maupun additional training, serta menindaklanjuti Airworthiness Directive yang dikeluarkan Federal Aviation Administration,” jelas Polana dalam keterangan tertulis, Senin (11/3/2019).

Halaman
123
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved