Kereta Anjlok di Bogor

Kereta Anjlok di Bogor Berhasil Dievakuasi, KRL Beroperasi Hingga Stasiun Bogor Mulai Pukul 05.00

Kereta anjlok di Bogor berhasil dievakuasi, KRL mulai beroperasi hingga Stasiun Bogor mulai pukul 05.00 WIB.

Penulis: PanjiBaskhara | Editor: PanjiBaskhara
Warta Kota
Kereta terguling di Kebon Pedes 

Kereta anjlok di Bogor berhasil dievakuasi, KRL mulai beroperasi hingga Stasiun Bogor mulai pukul 05.00 WIB.

Vice President Komunikasi PT Kereta Commuter Indonesia (KCI), Eva Chairunisa mengungkapkan kereta anjlok di Bogor berhasil dievakuasi.

Menurut Eva Chairunisa, kereta anjlok di Bogor berhasil dievakuasi makan sebagian KRL mulai beroperasi hingga Stasiun Bogor mulai pukul 05.00 WIB.

Walaupun sampai saat ini peyebab kereta anjlok di Bogor masih misterius, namun kereta anjlok di Bogor berhasil dievakuasi dan sementara waktu menggunakan satu jalur bergantian.

Indentitas WNI Korban Kecelakaan Pesawat Ethiopian Airlines Belum Diketahui

Andi Arief Berikan 8 Pasal untuk Karni Ilyas yang Disebutnya Sembrono Tayangkan Foto Penangkapannya

Andi Arief Minta Karni Ilyas dan TvONE Minta Maaf karena Tayangkan Foto Penangkapannya di ILC TvONE

"Seluruh kereta yang anjlok selesai dievakuasi. Sebagian KRL mulai beroperasi hingga Stasiun Bogor mulai pukul 05.00 WIB dengan menggunakan satu jalur secara bergantian," jelasnya Eva Chairunisa kepada Warta Kota, Senin (11/3/2019)

Dikatakan Eva Chairunisa, proses evakuasi kereta anjlok di Bogor yakni sebanyak 3 kereta dari KA 1722, Minggu 10 Maret 2019 telah selesai dilakukan.

Dijelaskan Eva Chairunisa, kereta terakhir dapat dievakuasi melalui pengangkatan kembali ke rel pada 01.50 WIB.

Diketahui kereta anjlok di Bogor akan ditarik ke Dipo KRL Bogor untuk pemeriksaan dan perbaikan lanjutan.

Kereta 1722 jurusan Jatinegara menuju Bogor anjlok saat melintas di antara Stasiun Cilebut dan Bogor, Minggu (10/3) pukul 10.00.
Kereta 1722 jurusan Jatinegara menuju Bogor anjlok saat melintas di antara Stasiun Cilebut dan Bogor, Minggu (10/3) pukul 10.00. (Warta Kota)

"Setelah proses evakuasi sarana KRL yang alami anjlok tersebut selesai, perbaikan prasarana perkeretaapian pun yakni jaringan kabel Listrik Aliran Atas (LAA), jalur rel hingga pemasangan tiang LAA yang terdampak di peristiwa ini juga terus dilakukan oleh PT KAI Daop 1 dan PT KCI," papar Eva Chairunisa.

Untuk perjalanan KRL di lintas Bogor pada Senin 11 Maret 2019 direncanakan pemberangkatan KRL dari Stasiun Bogor baru dapat dilayani mulai pukul 05.00 WIB menggunakan satu jalur bergantian.

Dengan kondisi tersebut maka hanya sebagian KRL yang pemberangkatannya dapat dilakukan dari Stasiun Bogor.

Sementara sebagian perjalanan KRL lainnya yang biasanya dijadwalkan pemberangkatan dari Stasiun Bogor akan dialihkan melalui rekayasa pola operasi.

kereta KRL terguling di bogor
kereta KRL terguling di bogor (istimewa)

"Dengan pemberangkatan dari Stasiun Cilebut, Bojong Gede, Citayam dan Depok," ucap Eva Chairunisa.

Rekayasa pola operasi tersebut dilakukan guna memaksimalkan layanan KRL pada Senin pagi.

Dikarenakan, perbaikan satu jalur di area yang sebelumnya menjadi lokasi anjlok KA 1722 antara Stasiun Cilebut-Stasiun Bogor masih proses perbaikan.

"Sehubungan dengan perubahan pola operasi ini, tentunya akan terjadi kepadatan dan antrian KRL pada lintas Bogor," ungkapnya.

Terkait hal tersebut PT KCI menghimbau para pengguna agar menyesuaikan waktu dan stasiun pemberangkatan yang akan dituju.

PT KCI imbau bagi para pengguna yang tetap akan menggunakan jasa layanan KRL untuk dapat memperhatikan keselamatan dengan tidak memaksakan diri naik ke KRL yang sudah penuh.

Serta selalu memperhatikan himbauan dan informasi dari petugas.

"Guna mengikuti informasi terkini para pengguna jasa dapat mengunjungi website resmi PT KCI www.krl.co.id dan akun media sosial Twitter @CommuterLine dan Facebook Fan Page Info Commuterline," tutup Eva.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau kereta anjlok di Bogor

Menteri Perhubungan (Menhub) RI Budi Karya Sumadi meninjau kereta anjlok di Bogor.

Diketahui, Budi Karya Sumadi meninjau kereta anjlok di Bogor yakni kereta commuterline lintas Jakarta Kota-Bogor di pintu perlintasan Kebon Pedes, Tanah Sareal, Kota Bogor, Minggu (10/3/2019).

Saat Budi Karya Sumadi meninjau kereta anjlok di Bogor, ditekankannya agar di proses evakuasi segera selesai.

"Proses evakuasi terhadap gerbong akan kami lakukan segera. Malam ini akan bekerja untuk evakuasi gerbong ditarik dan memperbaiki jalur. Kami harapkan malam ini selesai dan besok sudah beroperasi kembali," kata Budi, di lokasi tersebut.

Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi, melakukan tinjauan ke lokasi anjloknya kereta commuterline lintas Jakarta Kota-Bogor di pintu perlintasan Kebon Pedes, Tanah Sareal, Kota Bogor, Minggu (10/3/2019)
Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi, melakukan tinjauan ke lokasi anjloknya kereta commuterline lintas Jakarta Kota-Bogor di pintu perlintasan Kebon Pedes, Tanah Sareal, Kota Bogor, Minggu (10/3/2019) (Istimewa)

Terkait alat untuk evakuasi, lanjut Budi, saat ini telah dalam perjalanan dari Bandung. Sehingga proses evakuasi akan berjalan lancar.

Dilaporkan bahwa Pukul 12.27 WIB, crane untuk mengevakuasi gerbong kereta telah diberangkatkan dari Stasiun Bandung.

“Saya meminta maaf atas kejadian ini. Namun demikian, kami informasikan bahwa pelayanan KRL dari Jatinegara sampai stasiun Cilebut masih ada,” jelas Budi.

Oleh karen itu, lanjutnya, masih memungkinkan untuk masyarakat yang hendak menuju ke Bogor, menggunakan KRL sampai Cilebut atau sebaliknya.

Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi, melakukan tinjauan ke lokasi anjloknya kereta commuterline lintas Jakarta Kota-Bogor di pintu perlintasan Kebon Pedes, Tanah Sareal, Kota Bogor, Minggu (10/3/2019)
Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi, melakukan tinjauan ke lokasi anjloknya kereta commuterline lintas Jakarta Kota-Bogor di pintu perlintasan Kebon Pedes, Tanah Sareal, Kota Bogor, Minggu (10/3/2019) (Istimewa)

Usai dari lokasi kejadian, Menhub melanjutkan kunjungannya ke RS Salak untuk menemui para penumpang yang mengalami luka-luka.

“Tadi saya bicara dengan Dokter Sarah (Dokter RS Salak). Ada sembilan orang yang sudah ditangani. Dari sembilan orang itu, dua orang dirujuk ke rumah sakit lain untuk melakukan citi scan. Dokter Sarah menyampaikan tidak ada luka yang parah, bahkan sudah ada yang pulang,” jelas Budi.

Selain itu, ia juga hendak menemui masinis, namun dokter menyatakan bahwa masinis belum bisa diajak bicara.

Budi juga mengungkapkan bahwa biaya perawatan penumpang akan ditanggung sepenuhnya oleh PT KAI dan Kemenhub.

Kereta Anjlok di Bogor,
Kereta Anjlok di Bogor, (Warta Kota)

"Hingga saat ini penyebab anjloknya KRL masih dalam tahap identifikasi. Sehingga masih belum dapat menyampaikan kepastian penyebabnya," jelasnya.

Berdasarkan data dari Balai Perkeretaapian Jakarta-Banten, Kementerian Perhubungan dan PT KCI, hingga pukul 12.10 WIB seluruh penumpang telah berhasil dievakuasi.

Tercatat jumlah korban luka mencapai 17 orang. Sembilan orang di RS Salak Bogor dan delapan lainnya di pos kesehatan stasiun Bogor.

Tidak ada korban meninggal dunia dalam kejadian ini.

Ini daftar korban kereta anjlok di Bogor

Direktur Utama Jasa Raharja, Budi Rahardjo S menyampaikan prihatin atas musibah kecelakaan Kereta Api (KA) Jakarta-Bogor di pintu perlintasan Kebon Pedes, Tanah Sareal, Kota Bogor pada Minggu (10/3/2019) pukul 10.00.

Ia menegaskan bahwa pihaknya akan menjamin para korban kecelakaan tersebut.

"Bahwa pada prinsipnya, penumpang yang menjadi korban kecelakaan tersebut terlindungi. Berdasarkan UU Nomor 33 Tentang Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang dan PMK No 15 Tahun 2017," kata Budi dalam siaran pers yang diterima Warta Kota, Minggu (10/3/2019).

Utuk seluruh korban luka-luka, lanjut Budi, Jasa Raharja telah menerbitkan surat jaminan biaya perawatan kepada rumah sakit dimana korban dirawat.

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Edi Sukmoro saat menjenguk korban KRL 1722 relasi Jatinegara-Bogor yang masih dirawat di RS Salak, Minggu (10/3/2019) malam.
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Edi Sukmoro saat menjenguk korban KRL 1722 relasi Jatinegara-Bogor yang masih dirawat di RS Salak, Minggu (10/3/2019) malam. (Warta Kota/Gopis Simatupang)

Dengan biaya perawatan maksimal Rp 20.000.000, serta menyediakan manfaat tambahan biaya P3K Rp 1 juta.

Serta ambulance dari tempat kejadian ke rumah sakit sebesar maksimal Rp 500.000.

"Tindakan petugas Jasa Raharja setelah kejadian, langsung berkoordinasi dengan petugas polsuska dan mendatangi TKP. Kemudian berkoordinasi dengan pihak rumah sakit untuk menjamin Korban luka-luka," jelasnya.

Saat ini, tambah Budi, Jasa Raharja telah menerbitkan surat jaminan biaya perawatan ke RS PMI Bogor dan RS Salak Bogor.

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Edi Sukmoro saat menjenguk korban KRL 1722 relasi Jatinegara-Bogor yang masih dirawat di RS Salak, Minggu (10/3/2019) malam.
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Edi Sukmoro saat menjenguk korban KRL 1722 relasi Jatinegara-Bogor yang masih dirawat di RS Salak, Minggu (10/3/2019) malam. (Warta Kota/Gopis Simatupang)

Korban yang telah di Jamin biaya perawatannya adalah sebagai berikut :

- Kristianti, RS PMI
- Tasya, RS PMI
- Nurhayati, RS PMI
- Lilis Septiani, RS Salak
- Hj. Nenih, RS Salak
- Fandi Suryadi, RS Salak 
- Resti Pendawati, RS Salak
- Fatan, RS Salak
- Ailsha, RS Salak
- Yakub, RS Salak
- Maryunita, RS Salak
- mia, RS Salak
- Lisa, RS Salak
- Safa, RS Salak

Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved