Pilpres 2019

Jokowi: Kalau Ada Ulama Tidak Melakukan Pidana tapi Dimasukkan Sel, akan Saya Keluarkan!

Jokowi meminta Forum Betawi Rempug (FBR) ikut bersama-sama memerangi maraknya kabar bohong alias hoaks.

Jokowi: Kalau Ada Ulama Tidak Melakukan Pidana tapi Dimasukkan Sel, akan Saya Keluarkan!
Kompas.com/Fabian Januarius Kuwado
Calon presiden Joko Widodo berpidato di depan 6.000-an pendukungnya di pelataran Monumen Perjuangan, Jl Dipati Ukur, Kota Bandung, Minggu (10/3/2019). 

CALON presiden nomor urut 01 Jokowi meminta Forum Betawi Rempug (FBR) ikut bersama-sama memerangi maraknya kabar bohong alias hoaks.

Hal itu disampaikan Jokowi saat menghadiri deklarasi dukungan FBR kepada pasangan Jokowi-Maruf Amin di Puri Mansion, Kembangan, Jakarta Barat, Minggu (10/3/2019).

Salah satunya, menurut Jokowi, yakni hoaks mengenai adanya kriminalisasi ulama.

Juara Lomba Mirip Kucing Peliharaan Prabowo Subianto Ini Gelisah Saat Diumumkan Jadi Pemenang

Menurut calon presiden petahana itu, saat ini tidak ada yang namanya kriminalisasi ulama.

"Tidak ada (kriminalisasi ulama). Negara kita ini adalah negara hukum. Siapa pun kalau bermasalah dengan hukum pasti diperiksa," ucapnya.

"Setelah diperiksa pasti diadili. Setelah diadili diputuskan oleh hakim, ya pasti masuk sel kalau salah," tuturnya.

Prabowo: Yang Mirip Orang Indonesia Kita Rekrut, yang Penting Merah Putih Berkibar di Piala Dunia

Menurut capres pasangan Maruf Amin itu, semua orang sama kedudukannya di mata hukum.

Oleh karena itu, siapa pun yang terbukti bersalah pasti akan diproses secara hukum.

Tidak hanya ulama, menurutnya, banyak menteri, gubernur, bupati, wali kota, anggota DPR dan DPRD yang dijebloskan ke dalam penjara karena bermasalah secara hukum, yaitu korupsi.

Zul Zivilia Ungkap Perannya di Sindikat Jaringan Pengedar Narkoba Kelas Kakap

"Banyak menteri yang masuk sel karena masalah hukum, korupsi. Banyak juga gubernur masuk sel juga karena masalah hukum, korupsi. Banyak juga bupati wali kota, DPR, DPRD, masuk sel juga karena masalah hukum. semuanya sama di mata hukum," paparnya.

Halaman
123
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved