Andi Arief Ditangkap

Merasa Dihabisi Lewat Tayangan Foto, Andi Arief Bakal Bikin Perhitungan kepada Karni Ilyas

POLITIKUS Partai Demokrat Andi Arief kembali menebar ancaman untuk melakukan perhitungan kepada pihak-pihak yang ia anggap merugikan dirinya.

Merasa Dihabisi Lewat Tayangan Foto, Andi Arief Bakal Bikin Perhitungan kepada Karni Ilyas
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Andi Arief diserahkan ke BNN, Rabu (6/3/2019). 

POLITIKUS Partai Demokrat Andi Arief kembali menebar ancaman untuk melakukan perhitungan kepada pihak-pihak yang ia anggap merugikan dirinya.

Setelah mengatakan bakal menuntut Mahfud MD ke jalur hukum, Andi Arief kini mengaku bakal membuat perhitungan kepada Karni Ilyas, terkait acara Indonesia Lawyers Club di TV One, yang membahas kasus penangkapan dirinya oleh polisi terkait narkoba.

"Ketimbang bang @karniilyas menghabisi saya secara kejam melalui foto2 yg saya tidak bisa klarifikasi, lebih baik angkat isu Shambar. Persoalan bang Karni menghabisi saya lewat tayangan foto, pada waktunya saya akan melakukan perhitungan," tulisnya di akun Twitter @AndiArief__, Minggu (10/3/2019). 

ILC Tv One Terbaru : Karni Ilyas Bantah Ucapan Rocky Gerung Soal ILC Suara Oposisi

Karni Ilyas Akhirnya Jelaskan Kenapa Acara ILC Tv One Bahas Hukum Tajam Sebelah Terlambat Tayang

Link Live Streaming ILC TvONE, Malam Ini Bertema Andi Arief Terjerat Narkoba: Pukulan Bagi Kubu 02?

Sebelumnya, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat Rachland Nashidik, tertawa saat pembawa acara ILC Karni Ilyas mengungkapkan dari mana dirinya mendapatkan foto-foto penangkapan Andi Arief.

Hal itu tampak saat Rachland Nashidik menjadi narasumber dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC) bertajuk 'Andi Arief terjerat narkoba: pukulan bagi kubu 02?' yang tayang live di tvOne, Selasa (5/3/2019).

Mulanya, Rachland Nashidik menyampaikan bahwa beredarnya foto dan video saat Andi Arief ditangkap bukanlah dari pihak kepolisian.

Berkicau Lagi di Twiter, Andi Arief Ancam Tuntut dan Cabut Gelar Profesor Mahfud MD

Hal itu ia sampaikan untuk ditujukan kepada publik dan pers khususnya.

"Foto-foto, video yang beredar itu bersumber dari pihak yang tidak bisa diverifikasi, bukan dari kepolisian," kata Rachland Nashidik.

"Jangan lupa, polisi di dalam proses penyidikan tidak pernah boleh untuk mengeluarkan foto-foto dan video tersebut, apalagi pada saat penyidikan belum di mulai," sambungnya.

Foto-Foto KRL Tergelincir di Bogor, Cerita Penumpang Detik-Detik Kecelakaan Hingga KRL Berhenti

Prabowo: Saya Sebel Banget Lihat Lagak Elite Jakarta, Sok Kaya tapi Nyolong dari Rakyat

Ia menegaskan, pihak kepolisian tidak pernah mengakui foto dan video yang telah tersebar luas di media sosial.

Halaman
123
Penulis: Yaspen Martinus
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved