KRL Anjlok No.6 Berhasil Didudukan di Rel pada Pukul 19.10 WIB

Kereta nomor enam sudah dievakuasi dan berhasil didudukan di rel pada jam 19.10, siap ditarik ke Depo Depok.

KRL Anjlok No.6 Berhasil Didudukan di Rel pada Pukul 19.10 WIB
Warta Kota/Gopis Simatupang
Crane yang didatangkan dari DAOP 2 Bandung tengah berusaha mengevakuasi KRL anjlok di Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Minggu (10/3/2019) malam. 

PALMERAH, WARTAKOTALIVE.COM -- Tim Direktorat Jenderal Perkeretaapian bersama PT Kereta Api Indonesia dan PT Kereta Commuter Indonesia, melakukan proses evakuasi tiga kereta (kereta 6-8) yang anjlok dengan menggunakan peralatan berat yaitu kereta Penolong dan Crane.

Tepat pukul 17.54 tadi Kereta Penolong bersama Crane telah tiba di lokasi kejadian anjloknya KRL 1722 antara Stasiun Cilebut dan Stasiun Bogor.

Sementara, kereta nomor enam sudah dievakuasi dan berhasil didudukan di rel pada jam 19.10, siap ditarik ke Depo Depok.

"Dengan kedatangan peralatan berat ini diharapkan dapat mempercepat pelaksanaan proses evakuasi 3 kereta yang anjlok tersebut. KRL 1722 lintas Jatinegara-Bogor ini mempunyai stamformasi 8 kereta," kata Zulfikri, Dirjen Perkeretaapian, dalam siaran pers yang diterima Warta Kota, Minggu (10/3/2019).

Pemerintah, lanjut Zulfikri, bersama PT KAI, PT KCI beserta instansi terkait lainnya, terus bekerja agar upaya penanganan evakuasi, dapat segera mengatasi permasalahan anjlokan KRl tersebut.

Sehingga diharapkan, pada keesokan harinya, Senin, 11 Maret 2019, operasional KRL dapat kembali berjalan dengan normal.

"Saat ini, proses pengangkutan kereta anjlok oleh crane tersebut sedang dalam persiapan pengangkutan. Untuk kemudian direncanakan kereta anjlok tersebut akan dibawa ke stasiun Cilebut," jelasnya.

Proses evakuasi tersebut diperkirakan membutuhkan waktu lima hingga enam jam.

Diharapkan proses evakuasi tersebut dapat diselesaikan malam ini.

"Terkait pola operasi KRL lintas Jakarta – Bogor ini, dengan mempertimbangkan kondisi kerusakan, pengoperasian KRL lintas Jakarta – Bogor, hanya sampai Stasiun Cilebut. Dengan jumlah perjalanan KRL yang dibatasi hingga segala proses penanganan anjlokan kereta tersebut dapat diselesaikan oleh tim yang bertugas," jelas Zulfikri.

Untuk itu, tambahnya, pemerintah memohon maaf kepada masyarakat pengguna jasa KRL atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan.

Serta memohon pengertian kepada masyarakat, untuk sementara waktu, apabila KRL yang beroperasi tidak sampai ke Stasiun Bogor.

Masyarakat dapat melanjutkan perjalanannya dengan menggunakan angkutan umum lainnya menuju ke Bogor.

Penulis: Mohamad Yusuf
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved