Pilpres 2019

Jokowi: Kalau Indonesia Diberikan kepada yang Belum Berpengalaman, Bagaimana Jadinya?

Jokowi menghadiri Deklarasi Alumni Jabar Ngahiji, di Monumen Perjuangan (Monju)‎ Rakyat Jawa Barat, Jalan Dipatiukur, Kota Bandung, Minggu.

Jokowi: Kalau Indonesia Diberikan kepada yang Belum Berpengalaman, Bagaimana Jadinya?
Dok. Humas Kementerian Sosial
Presiden Joko Widodo (Jokowi), berdialog dengan perwakilan warga penerima bansos, saat menghadiri acara Sosialisasi Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di GOR Bulungan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (6/3/2019) sore. 

"Untungnya saya mulai dari bawah, jadi wali kota dua periode, gubernur, dan level nasional, tahapan-tahapan itu saya lalui. Pengalaman itulah yang saya pakai untuk mengelola negara segede Indonesia ini. Jangan sampai dibandingkan dengan Haiti," tutur Jokowi.

BREAKING NEWS: Tiga Anggota TNI Gugur Diserang KKSB Pimpinan Egianus Kogoya di Papua

Jokowi menjelaskan, Indonesia jauh lebih maju dari Haiti, di mana negara kita sudah masuk dalam G20 dan memiliki pendapatan produk domestik bruto sebesar 1 triliun dolar AS.

"Kok dibandingkan dengan Haiti? Ini namanya membandingkannya kurang hati-hati. Mengelola negara ini tidak mudah, tidak gampang, sehingga memerlukan prioritas besar," papar Jokowi.

Saat menghadiri deklarasi dukungan terhadap dirinya dan Maruf Amin, dari Alumni Universitas Trisakti, di Basket Hall, Gelora Bung Karno Sport Complex, Jakarta, Sabtu (9/2/2019), Jokowi menekankan seorang calon pemimpin negara‎ haruslah yang memiliki pengalaman, utamanya pengalaman dalam memimpin keluarga.

Andi Arief: Mohon Maaf Saya Telah Membuat Marah dan Kecewa, Doakan Saya

"Saya cerita sedikit, betapa pentingnya pengalaman dari sebuah kepemimpinan. Pengalaman penting itu adalah memimpin keluarga. Semua kepemimpinan harus dimulai dari bagaimana kita kelola dan manage keluarga. Nah, urusan ini saya punya pengalaman," tutur Jokowi, yang direspons riuh oleh ratusan alumni Universitas Trisaksi.

Selanjutnya, Jokowi juga menyampaikan jika ingin terjun di pemerintah, harus didukung pula dengan pengalaman menjalankan pemerintahan dimulai dari bawah.

"Saya menapaki pemerintahan dimulai dari bawah, wali kota dua kali memimpin 600 ribu penduduk di Solo, naik pimpin Jakarta dengan 10 juta penduduk. Makin naik lagi kelola bangsa besar, Indonesia yang penduduknya 260 juta," papar Jokowi.

Hakim Tolak Penangguhan Penahanan Meski Ratna Sarumpaet Mengaku Sempat Sakit Parah dan Sudah Uzur

Jokowi menambahkan, pengalaman-pengalaman pemerintahan sangatlah penting. Dirinya mengaku perlu belajar untuk bisa memahami pemerintahan, karena sebelumnya dia berasal dari kalangan usahawan.

"Jadi wali kota saya belajar haampir dua tahun, lalu kelola negara yang besar. Ini sangat beda sekali, bertanggung jawab pada 514 kabupaten kota, itu bukan hal mudah. Jadi jangan sampai 260 juta ini kita coba-coba. Berikan ke pemimpin yang berpengalaman," bebernya. (*)

Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved