Pilpres 2019

Jokowi: Kalau Indonesia Diberikan kepada yang Belum Berpengalaman, Bagaimana Jadinya?

Jokowi menghadiri Deklarasi Alumni Jabar Ngahiji, di Monumen Perjuangan (Monju)‎ Rakyat Jawa Barat, Jalan Dipatiukur, Kota Bandung, Minggu.

Jokowi: Kalau Indonesia Diberikan kepada yang Belum Berpengalaman, Bagaimana Jadinya?
Dok. Humas Kementerian Sosial
Presiden Joko Widodo (Jokowi), berdialog dengan perwakilan warga penerima bansos, saat menghadiri acara Sosialisasi Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di GOR Bulungan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (6/3/2019) sore. 

"‎Kita negara besar, penduduknya 260 juta jiwa. Kita sadar mengelola negara besar Indonesia tidak mudah. Saya sangat beruntung sekali diberikan, dimudahkan oleh Allah punya pengalaman dari bawah,"ucapnya.

"Dua kali jadi wali kota, gubernur DKI, dan Presiden. Jadi perlu saya ingatkan, jangan berikan ke yang belum berpengalaman. Hati-hati, 260 juta penduduk itu tanggung jawab kita semua. Kalau diberikan ke yang belum berpengalaman, bagaimana jadinya?" sambung Jokowi yang langsung disambut meriah para pendukung.

Suami Bunuh Istri di Samping Anaknya yang Sedang Tertidur Pulas

Kepada masyarakat Jabar, para pendukungnya, Jokowi berpesan sebagai kaum intelektual, para pendukung harus berani melawan hoaks dan fitnah yang kini tidak lagi melalui media sosial, tapi door to door.

"Yang namanya hoaks, kabar fitnah, sudah dari rumah ke rumah, door to door. Berbahaya bagi persatuan dan kerukunan kita. Harus berani kita lawan, perangi, jangan diam," tegasnya.

Jokowi juga sempat curhat soal dirinya yang diserang fitnah, bahwa jika kembali terpilih, maka azan akan dilarang dan pendidikan agama akan dihapuskan.

BREAKING NEWS: Pemred Obor Rakyat Masuk Penjara Lagi, Launching Besok Tetap Digelar

Menanggapi itu, man‎tan Gubernur DKI Jakarta ini mengaku tidak habis pikir dengan yang membuat dan menyebarkan fitnah itu, karena sama sekali tidak masuk logika.

"Logikanya seperti apa? Fitnah. Masa katanya nanti pendidikan agama akan dihapuskan," ucapnya.

Sebelumnya, Jokowi juga mengatakan butuh orang yang berpengalaman dalam mengelola negara ini. Apalagi, Indonesia terdiri dari ribuan pulau dan berpenduduk 260 juta jiwa.

Rocky Gerung dan Said Didu Harus Naik Ambulans di Jatim, Kucing-kucingan dengan kubu yang Menolak

"Jangan dipikir mengelola Indonesia dengan perbedaan suku dan agama, mudah, apalagi belum pengalaman," ujar Jokowi saat menghadiri deklarasi dukungan Koalisi Alumni Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (3/2/2019).

Menurutnya, pengalaman yang panjang sangat dibutuhkan negara sebesar Indonesia, agar semakin maju dan rakyatnya sejahtera.

Halaman
123
Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved