Breaking News:

Diintimidasi Oknum Petugas, Pengusaha Komidi Putar di Matraman Dipaksa Tutup Usahanya

"Saya punya izinnya kok, saya urus dari tingkat RT bahkan sampai provinsi. Tapi oknum itu enggak tahu kenapa memprovokasi warga dan saya dipaksa untuk

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Ahmad Sabran
Warta Kota
Hendra Krisnawijaya (50) jadi korban tindakan persekusi 

 Hendra Krisnawijaya (50) jadi korban tindakan persekusi yang dialaminya pada akhir tahun 2016 lalu.

Ia menceritakan hal itu berawal saat seorang oknum aparat penegak hukum mendatangi dan memaksanya untuk menutup usaha komedi putar miliknya di Jalan 1Kelapa Sawit, Utan Kayu, Matraman, Jakarta Timur.

Oknum tersebut memang tinggal di dekat lokasi usahanya.

Tanpa alasan yang jelas, oknum itu memarahi Hendra dan bahkan melakukan ancaman melalui pesan singkat agar Hendea tak lagi membuka usahanya.

"Saya punya izinnya kok, saya urus dari tingkat RT bahkan sampai provinsi. Tapi oknum itu enggak tahu kenapa memprovokasi warga dan saya dipaksa untuk menutup usaha saya," tutur Hendra di lokasi, Minggu (10/3).

 VIDEO: Penjelasan Lengkap Syahrini Mau Nikahi Reino Barack karena Anak Yatim

VIDEO: KRL Anjlok di Bogor, Begini Penuturan Pak Ogah Penjaga Perlintasan Kebon Pedes

VIDEO: KRL Anjlok di Kebon Pedes Bogor, Dua Gerbong Terguling dan Kabel Listrik Menjuntai

Kejadian itu terjadi pada 4 November 2016, Hendra kaget lantaran pegawainya dilarang memasuki area usahanya karena dikunci paksa oleh masyarakat. Ia pun mendatangi lokasi untuk berdiskusi.

Bukan solusi yang didapat, Hendra justru disalahkan lantaran tempat usahanya diduga menjadi penyebab kebakaran di daerah tersebut beberapa hari sebelum kejadian persekusi.

"Sebelumnya memang ada kebakaran di samping usaha saya. Terus tiba-tiba warga bilang pas diskusi kalau kebakaran itu gara-gara usaha saya. Saya pun diadili dan didorong-dorong seperti orang bersalah. Tempat usaha saya dikasih 9 kunci gembok, enggak tahu sama siapa," keluhnya.

Ia pun melaporkan kejadian itu ke Polda Metro Jaya. Laporan itu terdaftar dengan Laporan Polisi Nomor: LP/5421/XI/2016/PMJ/Dit. reskrimum, 5 November 2016.

Pihak Polda Metro Jaya kemudian melimpahkan kasusnya ke Polres Metro Jakarta Timur.

"Saya sudah ke Mapolres Metro Jakarta Timur, nanya kelanjutannya seperti apa, tapi sampai sekarang tidak ada tanggapan. Tolong saya, usaha ini saya buka boleh pinjam dari bank. Sekarang rumah saya malah mau disegel karena macet kreditnya," ucapnya.

Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Ary Wibowo menuturkan dirinya akan melakukan pengecekan terhadap kasis yang telah bergulir sejak 3 tahun yang lalu itu.

"Nanti saya tanyakan kepada penyidik yang menangani kasusnya," kata Ady. (abs)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved