Breaking News:

Moeldoko: Jangan Cari Gara-gara dengan TNI

KEPALA Staf Kepresidenan Moeldoko meminta semua pihak tidak mencari gara-gara dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Penulis: | Editor: Yaspen Martinus
TRIBUNNEWS/SENO TRI SULISTIYONO
Moeldoko di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (2/11/2018). 

Selanjutnya, terkait kultur, kata Moeldoko, TNI melakukan pembenahan agar lebih dekat kepada rakyat.

"Sudahlah, kita hidup berdampingan dengan baik. Kritik boleh tapi jangan merusak piskologi prajurit. Psikologi prajurit kita sudah baik, jangan dilukai dengan hal-hal itu. Nyanyian masa lalu sudahlah masa lalu," sarannya.

Persib Kalah di Laga Pembuka Piala Presiden 2019, Umuh Muchtar Curiga Wasit Dendam

Sebelumnya, dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) sekaligus aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Robertus Robet, meminta maaf kepada TNI apabila dinilai merendahkan lembaga tersebut.

Robet mengaku bersalah karena telah mengganti lirik Mars TNI dalam orasinya ketika Aksi Kamisan di depan Istana Negara, silang Barat Daya Monumen Nasional (Monas), Gambir, Jakarta Pusat, 28 Februari 2019 lalu.

"Saya ingin neminta maaf, tidak ada maksud saya untuk menghina dan merendahkan institusi TNI yang saya cintai," ungkap Robet kepada wartawan di Bareskrim Mabes Polri, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (7/3/2019).

Tangannya Dicakar Warga, Jokowi: Perih tapi Enak

Penangkapan sekaligus pemeriksaan yang dilakukan oleh pihak Kepolisian pun dibenarkannya, lantaran orasinya terkait rencana pemerintah menempatkan TNI pada sejumlah kementerian itu.

"Saya ingin menyatakan bahwa benar saya diperiksa dan diamankan oleh pihak kepolisian, oleh karena orasi saya yang telah menyinggung dan merendahkan institusi TNI," tutur Robet.

"Saya juga ingin menyatakan bahwa benar yang menyampaikan orasi saat aksi Kamisan benar adalah saya," tambahnya.

KPU Ogah Turuti Usulan Kubu Prabowo-Sandi Simpan Kotak Suara di Kantor Koramil

Walau begitu, Robet mengaku enggan menyebutkan substansi pemeriksaan yang dilakukan oleh penyidik Direktorat Cyber Crime Bareskrim Mabes Polri, yang berlangsung sejak Kamis (7/3/2019) dini hari hingga petang.

Dirinya mengaku menyerahkan kasus dugaan ujaran kebencian yang disangkakan kepadanya, kepada pihak kepolisian.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved