Breaking News:

Maruf Amin: HTI Bukan Ditolak, tapi Tertolak

Maruf Amin menegaskan, Indonesia adalah negara majemuk dengan ideologi Pancasila yang disepakati oleh para pendiri bangsa.

Editor: Yaspen Martinus
TRIBUNNEWS/DENNIS DESTRYAWAN
Calon wakil presiden nomor urut 01 Maruf Amin saat menghadiri Harlah ke-93 Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Kamis (14/2/2019) siang. 

CALON wakil presiden nomor urut 01 Maruf Amin menegaskan, Indonesia adalah negara majemuk dengan ideologi Pancasila yang disepakati oleh para pendiri bangsa.

Maruf Amin menerangkan, Indonesia dibangun berdasarkan kesepakatan.

Dengan kondisi sosial masyarakat yang majemuk, menurut Maruf Amin, Pancasila lah yang menjadi pemersatu bangsa. Sehingga, berdiri Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Go-Jek Disarankan Keluar dari Zona Perang Tarif

"Dari pandangan agama itu, negara ini negara kesepakatan. Ada kesepakatan untuk hidup berdampingan secara damai," kata Maruf Amin di Rumah Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (8/3/2019).

Lalu, Maruf Amin menyinggung organisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang tertolak di Indonesia, karena tidak sesuai kesepakatan.

Sebab, paham yang dianut HTI soal khilafah, tidak bisa masuk ke Indonesia.

Terungkap! Ini Penyebab 34 Kapal Nelayan di Pelabuhan Muara Baru Hangus Terbakar pada Pekan Lalu

"Kenapa HTI itu ditolak? Saya bilang bukan ditolak. Tapi tertolak. Beda itu. Kalau ditolak itu bisa masuk, cuma ditolak. Kalau tertolak itu memang tidak bisa masuk," ucap Maruf Amin.

Menurut Maruf Amin, sistem khilafah yang dianut HTI tidak sesuai kesepakatan bangsa, yakni Pancasila.

"Dia bawa Khilafah. Khilafah itu menyalahi kesepakatan. Maka otomatis tertolak. Bahasa agamanya menyalahi kesepakatan," paparr Maruf Amin.

Amien Rais: Kalau Sampai Curang, Kita Doakan KPU Laknat, Hidupnya Sengsara Dunia Akhirat

Tetapi, lanjutnya, keinginan HTI untuk mendirikan Khilafah terlalu besar, sehingga pemerintah menggunakan pendekatan konstitusi, yakni undang-Undang.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved