Sedekah Sampah Warga Lagoa Demi Renovasi Musala
Program gerakan shadaqah sampah digalakkan untuk membantu renovasi Musala Baitussolihin di Jalan Cemara Blok I gang 3 RT 06/16, Lagoa, Koja, Jakarta
Penulis: Junianto Hamonangan |
Laporan Wartawan Warta Kota, Junianto Hamonangan
KOJA, WARTA KOTA -- Program gerakan shadaqah sampah digalakkan untuk membantu renovasi Musala Baitussolihin di Jalan Cemara Blok I gang 3 RT 06/16, Lagoa, Koja, Jakarta Utara.
Sampah anorganik dikumpulkan dari rumah-rumah warga di Kelurahan Lagoa.
Direktur Bank Sampah Majelis Taklim Kecamatan Koja, Iing Solihin mengatakan program gerakan shadaqah sampah ini sudah digagas sejak Februari 2019 lalu sebagai bentuk kepedulian memanfaatkan nilai ekonomis sampah.
“Dengan gerakan donasi sampah, diharapkan warga bisa ikut berpartisipasi. Donasi atau bantuan kan nggak hanya dalam bentuk uang serta material, dengan sampah juga bisa. Mudah-mudahan ini menyemangati warga,” ujarnya, Kamis (7/6).
Proses pengumpulan donasi dilakukan bekerjasama dengan pengurus musala bersama pengurus RT/RW setempat.
Setiap harinya dilakukan door to door mengumpulkan sampah anorganik yang memiliki nilai ekonomis dari rumah warga.
“Sampah anorganik itu lalu diserahkan kepada pengelola bank sampah. Alhamdulillah, donasi dan sumbangan sukarela warga itu sudah mampu menyumbangkan dua truk pasir serta besi pondasi,” katanya.
Iing menambahkan gerakan itu tidak hanya sekadar beramal tapi juga bermanfaat untuk mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA Bantar Gebang, Bekasi.
Ke depan pihaknya juga akan mengembangkan gerakan itu di wilayah lain.
Sementara itu Lurah Lagoa, Mochammad Mujakir mengatakan pihaknya sangat mendukung gerakan shadaqah sampah tersebut.
Tidak hanya sekadar dukungan, pihaknya melalui petugas PPSU juga ikut membantu mengumpulkan sampah.
“Setiap harinya, pada saat bertugas, petugas PPSU kelurahan mengumpulkan sampah organik dan anorganik yang bernilai ekonomis untuk disetor ke bank sampah,” ucapnya.
Keberadaan Musala Baitussolihin di lingkungan tersebut memang sudah tidak lagi cukup untuk menampung warga untuk salat berjamaah sehingga perlu direnovasi.
Warga pun dinilai cukup antusias terhadap gerakan tersebut.
“Hasil donasi dan bantuan yang dihimpun sejauh ini sudah lebih dari Rp 70 juta dari kebutuhan Rp 400 juta. Semoga Ramadan nanti, musala sudah bisa digunakan,” ucap Mujakir. (jhs)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/sedekah-sampah-warga-lagoa-demi-renovasi-musala.jpg)