Bahaya Tersembunyi di Balik Bungkus Makanan Cepat Saji dan Ancaman Jika Rutin Sarapan Junk Food

Bahaya tersembunyi di balik bungkus makanan cepat saji dan ancaman jika rutin sarapan junk food.

Bahaya Tersembunyi di Balik Bungkus Makanan Cepat Saji dan Ancaman Jika Rutin Sarapan Junk Food
istimewa
Ilustrasi 

Meskipun makanan ini tinggi kalori, namun makanan cepat saji menyediakan sedikit nutrisi.

Kurangnya serat bisa berarti kurang kenyang, sehingga membuat kita lebih cenderung makan berlebihan.

"Tubuh Anda sementara penuh dengan makanan kosong yang tidak menyediakan makanan," kata Amy Shapiro, ahli gizi yang berbasis di New York, mengatakan kepada VICE, seperti dilansir Intisari Online.

Ruas Tol Caruban-Solo Terendam Banjir Sejak Rabu Malam

Amy mengatakan, meskipun Anda mungkin telah makan banyak kalori, Anda tidak akan kenyang lama.

Penelitian telah menghubungkan konsumsi makanan cepat saji reguler dengan peningkatan risiko kanker kolorektal, lambung, dan saluran pernapasan, demikian dilansir dari Medical Daily yang dikutip dari Intisari Online.

Sementara faktor-faktor seperti merokok dan perilaku menetap dapat berkontribusi terhadap hal ini, para peneliti mencurigai bahwa pola makan dapat memainkan peran penting.

Misalnya, menggoreng dalam pada suhu tinggi dapat menghasilkan bahan kimia dengan sifat yang berpotensi menyebabkan kanker.

Apa pun yang disiapkan di gerai makanan cepat saji dapat membuat Anda terpapar phthalate, kelompok bahan kimia berbahaya yang digunakan dalam kemasan, sarung tangan, kotak pembungkus dan bahan pemrosesan.

Sementara para peneliti masih memeriksa dampak pasti mereka terhadap kesehatan kita, tingkat phthalate yang tinggi dikaitkan dengan risiko lebih tinggi masalah kesuburan, beberapa komplikasi kehamilan.

Kekayaan Pengusaha Konstruksi Asal Medan Ini Kalahkan Hary Tanoe dan Keluarga Ciputra

Tahun lalu, sebuah studi dari Inggris mengungkapkan bagaimana diet olahan, tinggi lemak atau gula menyebabkan peradangan sistemik.

Halaman
1234
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Nova
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved