Berita Video

VIDEO: Aksi Ratna Sarumpaet Acungkan Dua Jari di Ruang Persidangan Kasus Penyebaran Hoaks

Tampak Ratna selalu menggenggam sebuah buku catatan kecil. Ketika ditanya, ia enggan memberikan informasi perihal buku tersebut.

Terdakwa kasus penyebaran berita bohong atau hoaks, Ratna Sarumpaet mengacungkan dua jari seusai sidang penyampaian eksepsi atau nota keberatan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (6/3/2019).

Ratna yang memakai rompi tahanan warna oranye dan kerudung berwarna merah melempar senyum kepada awak media. Ia juga mengacungkan dua jari kepada awak media yang memotretnya.
Seusai memberi kesempatan untuk difoto oleh para awak media, Ratna langsung menuju mobil tahanan dengan kawalan aparat kepolisian.

Tampak Ratna selalu menggenggam sebuah buku catatan kecil. Ketika ditanya, ia enggan memberikan informasi perihal buku tersebut.

"(Isi buku) mau tahu saja," kata Ratna kepada awak media.

VIDEO: Kebakaran di Pasar Blok A Kebayoran Baru, Saksi Mata Lihat Ada Percikan Api dari Kabel

VIDEO: Suara Jokowi Masih Rendah di Aceh, Kiyai Maruf Kirim Utusan Khusus untuk Safari Politik

VIDEO: Sibuk Main Film Drama Keluarga Terbaru, Lala Karmela Tunda Karier di Musik

Sebelumnya, ketika diadili sebagai terdakwa dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Kamis (28/2), Ratna Sarumpaet menuding bahwa kasusnya berbau politik.

Hal itu dikatakannya setelah mendengar dakwaan yang dibacakan jaksa penuntut umum.

Ratna mengakui bahwa dirinya bersalah telah menciptakan kebohongan tentang penganiayaan yang dialaminya, yang membuat wajahnya lebam dan bengkak.

"Saya ingin menyampaikan sebagai warga negara yang sedang harus berhadapan dengan pengadilan, dari pengalaman yang saya rasakan sejak saya ditangkap dan dari apa yang saya ketahui, baik melalui bacaan, baik melalui ahli dan lain-lain, saya memang betul melakukan kesalahan," kata Ratna.

Terdakwa Ratna Sarumpaet menjalani sidang perdana di PN Jakarta Selatan, Kamis (28/2).
Terdakwa Ratna Sarumpaet menjalani sidang perdana di PN Jakarta Selatan, Kamis (28/2). (Tribunnews/Herudin)

Hakim ketua, Joni, sempat menghentikan ucapan Ratna dan memintanya menyampaikannya dalam sidang selanjutnya yang beragendakan pembacaan ekseksi.

Namun, Ratna kembali berbicara. "Saya sebenarnya, saya salah, oke. Tetapi sebenarnya yang terjadi di lapangan dan yang terjadi di peristiwa penyidikan, ada ketegangan luar biasa yang membuat saya merasa sadar bahwa memang ini politik," ujarnya.

"Saya berharap sekali pada persidangan ini dengan semua unsur yang ada di sini, marilah kita menjadi hero untuk bangsa ini, bukan untuk saya. Kalau saya dipenjara nggak masalah. Bahwa di atas segalanya, hukum bukan kekuasaan," tegas Ratna.

KOMPAS.COM/ RINDI NURIS VELAROSDELA

Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved