BPJS Ketenagakerjaan Gandeng SOCSO Lindungi Pekerja Migran Indonesia di Malaysia

BPJS Ketenagakerjaan sebagai penyelenggara jaminan sosial untuk Pekerja Migran Indonesia (PMI) melakukan terobosan untuk perlindungan lebih baik

BPJS Ketenagakerjaan Gandeng SOCSO Lindungi Pekerja Migran Indonesia di Malaysia
Warta Kota/Feryanto Hadi
Dari kiri ke kanan: Ketua Eksekutif/Ketua Pengarah PERKESO, Dato’ Mohammed Azman, Deputy Secretary General (Policy & International) Ministry of Human Resources_, Dato' Kua Abun, Agus Susanto, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan. 

SETELAH terbitnya UU nomor 18 tahun 2017 dan peningkatan manfaat perlindungan melalui terbitnya Permenaker nomor 18 tahun 2018, kini BPJS Ketenagakerjaan sebagai penyelenggara jaminan sosial untuk Pekerja Migran Indonesia (PMI) melakukan terobosan untuk perlindungan lebih baik pada PMI di Malaysia.

Hal ini dilakukan melalui penandatanganan Memorandum of Collaboration (MoC) bersama antara BPJS Ketenagakerjaan dengan Penyelenggara Jaminan Sosial di Malaysia, Pertubuhan Keselamatan Sosial (PERKESO) atau SOCSO yang dilaksanakan pada Senin, (4/3) di Menara Perkeso, Kuala Lumpur, Malaysia.

MoC ini dilakukan untuk menyambut regulasi terbaru pemerintah Malaysia terkait perlindungan jaminan sosial kepada seluruh pekerja migran di Malaysia. Sama halnya di Indonesia, mulai tahun 2019 berlaku Undang Undang Perlindungan baru bagi pekerja migran di Malaysia, dari yang sebelumnya dikelola oleh industri komersial melalui skema Workmen’s Compensation (WC) ke Pemerintah melalui skema perlindungan negara yang dikelola oleh SOCSO.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto, mengatakan, penandatanganan MoC ini adalah babak baru perlindungan PMI di Malaysia.

Ia menyebut, dukungan SOCSO akan dapat meningkatkan manfaat dan coverage PMI di Malaysia

"Cakupan MoC dengan SOCSO ini meliputi sharing data kepesertaan, sosialiasi dan edukasi bersama, pemberian pelayanan lintas negara dan penegakan law enforcement," kata Agus melalui keterangan tertulis BPJS Ketenagakerjaan kepada Warta Kota, Rabu (6/3).

Sebagai langkah awal dalam implementasi MoC ini, akan dilaksanakan sharing data PMI yang mendaftar di Indonesia untuk selanjutkan disampaikan pada SOCSO, begitu juga sebaliknya PMI yang sudah menetap di Malaysia dan mendaftar di SOCSO akan diberikan laporan data kepesertaannya pada BPJS Ketenagakerjaan.

Agus meyakini manfaat yang akan diberikan oleh SOCSO dan BPJS Ketenagakerjaan akan saling melengkapi.

"Jika PMI harus dirawat di Malaysia akan ditangani oleh SOCSO dan nanti ketika kembali di Indonesia dan perlu melanjutkan pengobatan akan ditangani oleh BPJS Ketenagakerjaan, sampai benar-benar sembuh dan siap untuk bekerja kembali", jelasnya.

Ketua Eksekutif/Ketua Pengarah PERKESO, Dato’ Mohammed Azman menyampaikan, dengan adanya regulasi baru ini, sejak Januari 2019 seluruh pekerja migran memiliki hak yang sama dan mendapat perlakuan yang sama dalam hal perlindungan jaminan sosial, persis dengan yang selama ini didapatkan oleh warga lokal Malaysia, tanpa diskriminasi.

Halaman
12
Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved