VIDEO: Keluarga Korban Talangsari 1989, Ibunya Tak Mau Bangun dari Ranjang pada Awal Februari

Nurdin menceritakan, ibunya yang kini sudah uzur masih kerap enggan bangun dari tidur ketika memasuki bulan Februari.

- "Setiap bulan dua (Februari) ibu saya pasti bertanya ke saya. "Tidak ke Jakarta Nur?" Beliau pasti tahu, sudah menghitung. Setiap bulan dua, mendekati hari kejadian itu, (tanggal) 5, 6, 7 itu sudah pasti shock dan pasti tidak akan bangun dari tempat tidur."

Begitulah adik korban peristiwa Talangsari 1989 Nurdin (44) mengisahkan ibunya, Saniem yang sampai saat ini masih menunggu putra sulung kesayangannnya, Muhammad Nasir, yang tidak diketahui nasibnya setelah peristiwa Talangsari pada 6 Februari 1989 lalu hingga kini.

Nurdin menceritakan, ibunya yang kini sudah uzur masih kerap enggan bangun dari tidur ketika memasuki bulan Februari.

Jika sudah begitu, ia pun merasa harus menghibur ibunya agar ibunya mau beranjak dari tempat tidur di rumahnya, di Lampung.

"Kalau saya menghibur ibu saya itu sederhana. Saya katakan, kalau kakak saya masih pasti akan pulang. Tapi kalau tidak ada ya apalagi yang harus saya lakukan. Saya pasti menghibur seperti itu," kata Nurdin dengan tatapan kosong.

Ia mengatakan, ibunya kerap putus asa melihatnya harus bolak balik Lampung - Jakarta untuk memastikan peristiwa yang menghilangkan kakaknya itu bisa diusut dan membawa para pelakunya ke pengadilan HAM Ad Hoc.

"Apa sih hasil kamu? Kok sampai sekarang tidak ada hasilnya?" kata Nurdin mengulangi ucapan ibunya kepadanya.

Ia mengatakan, sebagai orang tua yang melihat anak kesayangannya tidak pulang selama 30 tahun tanpa status yang jelas maka sulit bagi ibunya untuk merelakan dalam hati.

Ia pun mengatakan, ibunya bingung harus menyikapi nasib putra sulungnya tersebut.

Terlebih menurutnya, kakaknya yang pada saat kejadian berusia 15 tahun adalah anak pertama dari tujuh bersaudara yang paling disayang ibunya.

Halaman
12
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved