Pengeroyokan Penonton Konser Iwan Fals Dilakukan secara Acak
Kombes Pol Budhi Herdi Susianto mengatakan bahwa antara korban dengan para pelaku tidak saling kenal satu sama lain.
Penulis: Junianto Hamonangan |
Aksi pengeroyokan hingga tewas terhadap Maulana Firdaus saat dalam perjalanan pulang usai menonton konser Iwan Fals dilakukan secara random atau acak oleh sembilan orang pelaku di mana lima di antaranya masih di bawah umur.
Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Budhi Herdi Susianto mengatakan bahwa antara korban dengan para pelaku tidak saling kenal satu sama lain.
Selain itu, para pelaku sejak awal mengincar siapa saja yang lewat.
“Kebetulan mereka tahu kalau di Ancol itu ada konser. Sehingga pada saat mereka pulang sesampai di TKP, mereka sebenarnya acak aja. Awalnya, tidak tahu apakah ini kelompok mana atau ini orang mana,” katanya, Selasa (5/3/2019).
Budhi memastikan, tidak ada barang berharga milik korban yang diambil. Korban sendiri usai dibacok masih dalam keadaan hidup dan sempat dilempari batu sebelum akhirnya meninggal dunia saat menjalani perawatan di rumah sakit.
Aksi para pelaku sudah dipersiapkan sedemikian rupay oleh mereka dengan membawa senjata tajam dan peralatan lainnya manakala ada kegiatan ataupun yang sifatnya antar kelompok.
“Memang barang barang ini mereka simpan mereka siapkan di tempat biasa nongkrong dan itu akan digunakan manakala ada kejadian yang seperti pengeroyokan,” sambungnya.
Sementara itu para pelaku yang masih dibawah umur diketahui sebagian masih sekolah dan sebagian lagi sudah tidak sekolah. Kelima pelaku yang masih dibawah umur yakni, SAW (16), MF (16), TH (15), IR (15) dan RM (15).
Adapun para tersangka lainnya yakni Miftah Fauzan (25), Darwis Abdul Salam (23), Ahmad Sofyan (22) dan Krisna Mukyanto (18).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/mereka-tahu-kalau-di-ancol-itu-ada-konser-sehingga-pada-saat-mereka-pulang.jpg)