Hari Raya Nyepi 2019: Internet di Bali Akan Dimatikan Selama 24 Jam

Kominfo bersama majelis agama telah menyepakati saat pelaksanaan Nyepi, Kamis (7/3/2019), internet akan dimatikan selama 24 jam.

Hari Raya Nyepi 2019: Internet di Bali Akan Dimatikan Selama 24 Jam
Tribun Solo
Pecalang atau petugas pengamanan adat Bali memantau situasi saat Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1940 di wilayah Desa Adat Tuban, Badung, Bali, Sabtu (17/3/2018). Pengamanan tersebut dilakukan untuk menjamin kelancaran umat Hindu yang menjalani catur brata penyepian atau tidak menggunakan api (amati geni), tidak bepergian (amati lelungan), tidak menikmati hiburan (amati lelanguan), dan tidak bekerja (amati karya) selama 24 jam. 

Nyepi di Bali memang jadi daya tarik bagi para wisatawan. Apalagi dalam pelaksanaan Nyepi ini, Bali bisa membuat segala aktivitas terhenti bak pulau mati.

Hal ini pun jadi peluang bisnis sehingga munculnya paket Nyepi yang disediakan oleh hotel atau penyedia paket wisata di Bali. Harga paket Nyepi ini pun sangat tinggi.

Terkait dengan hal ini, Ketua PHDI Bali Prof I Gusti Ngurah Sudiana mengimbau agar pihak hotel atau penyedia jasa paket Nyepi ini untuk mengikuti kesepakatan bersama terkait pelaksanaan Nyepi ini.

Hari Raya Nyepi 2019: Pelabuhan Gilimanuk Tutup 30 Jam, Nusa Penida Tanpa Listrik

Hari Raya Nyepi, Bandara I Gusti Ngurah Rai Stop Beroperasi, 468 Penerbangan Dihentikan

 Salah satunya tidak ada embel-embel hiburan dalam paket Nyepi ini.

"Yang pasti mereka diharapkan mengikuti apa yang telah disepakati. Tidak boleh beraktivitas di luar hotel dan tidak boleh ada paket hiburan juga. Bagi mereka yang akan menerima tamu di hotel diimbau tidak menggunakan televisi atau hiburan lainnya," kata Prof Sudiana, Senin (4/3/2019) siang.

Jika seandainya ada pihak hotel yang melanggar, ia mengatakan akan menjadi kewenangan pecalang untuk menindak.

Selain itu, dalam pelaksanaan Nyepi ini, PHDI juga menyatakan secara tegas tidak ada istilah ngembak (ke luar rumah) saat penyepian masih berlangsung dengan alasan apapun.

Jika ada yang memiliki ternak dan mau memberi makan ternaknya, harus dilakukan paginya sebelum Nyepi dimulai.

Esoknya saat Ngembak Geni (Umanis Nyepi) baru bisa memberi makan ternak lagi.

Ia juga menambahkan prajuru adat harus tegas dalam pelaksanaan Nyepi ini. Prajuru adat jangan sampai memberikan contoh yang tidak baik kepada umat lain.

Halaman
1234
Editor: Wito Karyono
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved