Rekayasa Satu Arah Kawasan Dukuh Atas Telah Permanen

Pemberlakuan sistem satu arah juga berlaku bagi kendaraan dari sisi utara Landmark Tower yang berada di Jalan Galunggung.

Rekayasa Satu Arah Kawasan Dukuh Atas Telah Permanen
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Ilustrasi. Suasana Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) di Kawasan Bundaran Senayan, tampak dari foto udara pada Jumat (25/1/2019). JPO tersebut nantinya akan dihiasi lampu-lampu seperti di JPO Dukuh Atas. 

Seiring  penetapan kawasan Dukuh Atas sebagai kawasan transit terpadu atau Transit Oriented Development (TOD),

Karena itu, rekayasa lalu lintas berupa pemberlakuan sistem satu arah telah ditetapkan permanen oleh Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

Kedua kawasan tersebut diungkapkan Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Sigit Wijatmoko meliputi kawasan seputar gedung Landmark Tower Setiabudi, tepatnya seberang Wisma BNI 46, Setiabudi, Jakarta Selatan dan kawasan Stasiun Sudirman, Menteng, Jakarta Pusat.

Rekayasa di kawasan Landmark Tower dipaparkannya meliputi sisi selatan Landmark Tower yang berada di Jalan Setia Budi Tengah, sehingga kendaraan hanya diperbolehkan melintas dari arah dari timur menuju barat atau dari arah Manggarai menuju Dukuh Atas.

Pemberlakuan sistem satu arah juga berlaku bagi kendaraan dari sisi utara Landmark Tower yang berada di Jalan Galunggung, yakni bagi kendaraan dari arah dari barat menuju timur atau Dukuh Atas menuju Manggarai.

Sementara itu, jalan pada sisi barat Landmark Tower dibuat satu arah dari arah selatan menuju Utara atau bundaran Landmark Tower menuju kolong Dukuh Atas. Begitu pula pada jalan pada sisi timur Landmark Tower dari arah utara menuju Selatan atau dari bundaran Landmark Tower menuju Jalan Galunggung Raya.

Selain itu, pengendara dari simpang Galunggung atau dari sisi barat Landmark Tower, tepatnya kolong Jalan Jenderal Sudirman dilarang belok kanan. Begitu juga pengendara dari Jalan Setiabudi Tengah di sisi timur Landmark Tower

Sementara, sistem satu arah di kawasan Stasiun Sudirman meliputi Jalan Tanjung Karang dan Jalan Blora menuju Jalan Kendal. Ketiga jalan tersebut hanya dibuka bagi kendaraan yang berasal dari arah utara atau Bundaran Hotel Indonesia (HI).

"Dukuh Atas saat ini sedang dilaksanakan rekayasa lalu lintas dalam rangka pembangunan transit hub di kawasan tersebut. Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas yang sudah dipermanenkan adalah untuk SSA (Sistem Satu Arah) di kawasan Dukuh Bawah (gedung Landmark)," jelasnya dihubungi pada Senin (4/3/2019).

Rekayasa tersebut dijelaskan Sigit bertujuan untuk mengoptimalkan pelayanan atas sejumlah transportasi publik, antara lain Commuter Line, TransJakarta, Kereta Bandara serta Light Rail Transit (LRT) serta MRT yang bermuara di TOD Dukuh Atas.

Penataan Pedestrian

Bersamaan dengan rekayasa lalu lintas, Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta, Silvia Halim menyebutkan pihaknya akan melakukan penataan area pedestrian di kawasan TOD Dukuh Atas. Tujuannya untuk memberikan keleluasaan dan kenyamanan bagi pejalan kaki ataupun pengguna transportasi umum.

"Mobilitas kawasan Dukuh Atas akan sangat tinggi. Karena itu, butuh penataan yang baik. Salah satunya ialah jalur pedestrian yang ada di bawah fly over Sudirman," jelasnya.

Sementara, berdasarkan pantauan Warta Kota pada Senin (4/3/2019), kawasan Stasiun Sudirman terlihat macet. Kendaraan mengular dari arah Stasiun Sudirman hingga The City Plaza Tower, Jalan MH Thamrin, Menteng, Jakarta Pusat.

Kondisi jalan pun terlihat semrawut imbas dari ramainya pengguna commuter line dan ojek online yanv mangkal di Jalan Kendal, persis depan Stasiun Sudirman.

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved