Endapan Lumpur dari Letusan Gunung Salak Mengakibatkan Banjir dan Genangan di Jakarta (2)

Tahun 1699 Jakarta ditimpa musibah, akibat letusan Gunung Salak semua jalan air tersumbat lumpur.

Endapan Lumpur dari Letusan Gunung Salak Mengakibatkan Banjir dan Genangan di Jakarta (2)
KOMPAS/IWAN SETIYAWAN
Ilustrasi Jakarta banjir 

Tahun 1699 Jakarta ditimpa musibah, akibat letusan Gunung Salak semua jalan air tersumbat lumpur.

WARTA KOTA, PALMERAH--- Dalam keadaan tata air yang tidak rapi, pada tahun 1699 Jakarta ditimpa musibah.

Pada tahun itu, Gunung Salak meletus dan mendatangkan banjir lumpur dari pegunungan disertai dengan hujan abu yang lebat.

Dampak letusan Gunung Salak itu semua jalan air tersumbat lumpur.

Pertambahan tanah pada pantai juga makin memperburuk keadaan masalah drainase yang sudah dalam keadaan tak baik.

Garis pantai berpindah sekitar 75 meter ke arah laut dalam waktu sebulan, yang setengahnya terjadi pada tanggal 4 dan 5 Januari sesudah letusan Gunung Salak itu.

Setiap banjir, lumpur menyumbat jalan air kembali, padahal pada musim kemarau sebelumnya dikeruk dengan susah payah.

Banjir dan Genangan di Jakarta Sudah Terjadi Sejak Kerajaan Tarumanegara (1)

Cara melancarkan jalan air dengan pengerukan itu hanya bisa bertahan beberapa tahun, sehingga orang berdaya untuk mengatasi masalah banjir yang datang setiap musim hujan.

Pada waktu ini pencemaran air sudah mulai menjadi masalah.

Pengendapan lumpur di kali dan saluran lainnya kecuali disebabkan oleh sebab-sebab alami juga ditambah dengan adanya kilang-kilang gula dan persawahan di luar kota.

Halaman
1234
Editor: Aloysius Sunu D
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved